Dongeng “Kiara Penjaga Hutan” dari Gubernur NTB Sentuh Anak-Anak di Lunyuk Sumbawa

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat berdialog dan mendongeng bersama puluhan anak di Masjid Jami Al-Ihsan, Desa Padasuka, pada Sabtu (9/5/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat berdialog dan mendongeng bersama puluhan anak di Masjid Jami Al-Ihsan, Desa Padasuka, pada Sabtu (9/5/2026).

SUMBAWA, LOMBOKTODAY.ID – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menunjukkan perhatian serius terhadap pembentukan karakter generasi muda dengan mengajak anak-anak di Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, mencintai lingkungan, menjaga hutan, dan berani meraih cita-cita.

Pesan itu disampaikan saat Gubernur Iqbal saat berdialog dan mendongeng bersama puluhan anak di Masjid Jami Al-Ihsan, Desa Padasuka, pada Sabtu (9/5/2026), usai meninjau progres penanganan ruas jalan Lenangguar–Lunyuk.

Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban. Anak-anak tampak antusias mengikuti dongeng interaktif yang dibawakan langsung oleh Gubernur Iqbal tentang pentingnya menjaga alam sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Lewat kisah berjudul “Kiara Penjaga Hutan”, Gubernur Iqbal menggambarkan perjuangan seorang anak menjaga hutan Lunyuk dari ancaman penebangan liar.

Dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami, ia mengajak anak-anak menyadari bahwa kelestarian lingkungan berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Kalau alam tidak dijaga, nanti rusak. Kalau rusak, yang merasakan dampaknya adalah kita semua,” ujar Gubernur Iqbal, di hadapan anak-anak.

Baca Juga :  Bahasa sebagai Alat Komunikasi dan Identitas Suatu Bangsa

Tak hanya soal hutan, Gubernur Iqbal juga mengingatkan pentingnya menjaga satwa dan ekosistem pesisir, termasuk penyu dan kura-kura yang hidup di kawasan pantai sekitar Lunyuk.

“Jangan diambil semua telurnya dan jangan diganggu. Mereka juga butuh tempat hidup seperti kita,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal turut mengenang kondisi Lunyuk saat pertama kali dikunjunginya pada awal 1990-an. Menurutnya, kawasan tersebut dulu masih dipenuhi hutan hijau dan satwa liar.

“Dulu sepanjang perjalanan ini hijau semua. Karena itu sekarang tugas kita bersama menjaga supaya alamnya tetap lestari,” katanya.

Selain mengajak anak-anak peduli lingkungan, Gubernur Iqbal juga mendorong generasi muda agar memiliki semangat belajar dan keberanian mengejar masa depan.

Ia berdialog langsung dengan sejumlah siswa yang menyampaikan cita-cita mereka, mulai dari ingin menjadi guru, atlet, hingga pemimpin daerah.

Baca Juga :  Seorang Budayawan Gagas ‘’Repoq Literasi’’ untuk Restorasi Pertanian di Lotim

“Mau jadi apa pun nanti, jadilah anak yang bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan daerahnya,” ujar Gubernur Iqbal.

Salah seorang siswi SMP Islam Terpadu Hamzanwadi Lunyuk, Naura Fadila, sempat menanyakan soal kesetaraan pendidikan antara sekolah negeri dan swasta.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Iqbal menegaskan seluruh anak memiliki hak yang sama untuk berkembang dan berprestasi.

Menurutnya, berbagai program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga revitalisasi sekolah ditujukan bagi seluruh siswa tanpa membedakan status sekolah.

“Negeri maupun swasta, semuanya harus mendapatkan perhatian yang sama. Yang penting anak-anak NTB bisa tumbuh sehat, cerdas, dan punya masa depan yang baik,” tegasnya.

Sebelum melanjutkan agenda di Desa Berdaya Padasuka, Gubernur Iqbal juga menyerahkan bantuan sembilan ekor kambing kurban, terdiri dari tujuh ekor untuk desa dan dua ekor untuk masjid setempat sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.(arz)

Berita Terkait

96 Mahasiswa Fakultas Geografi UGM Teliti Potensi dan Ancaman Wilayah Lombok Tengah dengan Teknologi Geospasial
Leadership Camp SMK Bina Putra Kemang ‘’Bangun Karakter dan Cinta Tanah Air’’, 800 Siswa Digembleng di Yonbekang Kostrad
MK Putuskan Anggaran Makan Bergizi Gratis Tak Boleh Lagi Ambil Porsi Dana Pendidikan, Berlaku Mulai APBN 2028
Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur
Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur
Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan
Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan
Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:08 WIB

96 Mahasiswa Fakultas Geografi UGM Teliti Potensi dan Ancaman Wilayah Lombok Tengah dengan Teknologi Geospasial

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Leadership Camp SMK Bina Putra Kemang ‘’Bangun Karakter dan Cinta Tanah Air’’, 800 Siswa Digembleng di Yonbekang Kostrad

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:05 WIB

MK Putuskan Anggaran Makan Bergizi Gratis Tak Boleh Lagi Ambil Porsi Dana Pendidikan, Berlaku Mulai APBN 2028

Senin, 27 Juli 2026 - 10:07 WIB

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:01 WIB

Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur

Berita Terbaru