LOTENG, LOMBOKTODAY.ID – Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid, menilai sistem pendidikan pondok pesantren (Ponpes) menjadi salah satu model pendidikan terbaik dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, kehidupan di lingkungan pesantren tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun akhlak, disiplin, dan nilai toleransi.
Pernyataan tersebut disampaikan Fauzan Khalid saat menghadiri pembukaan majelis taklim di Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (3/5/2026).
Ia menjelaskan, sistem pendidikan berbasis asrama di pondok pesantren memiliki ciri khas yang kuat, mulai dari hubungan yang dekat antara santri dan ustaz hingga budaya persaudaraan yang tumbuh di lingkungan pesantren.
“Hubungan santri dan ustaz atau kiai sangat dekat. Ada ikatan ukhuwah yang kuat, termasuk antarsantri. Pondok pesantren juga menjadi tempat bertemunya anak-anak dari berbagai latar belakang sosial dan budaya sehingga mengajarkan toleransi tanpa diskriminasi,” ujar Fauzan Khalid.
Sebagai Anggota Komisi II DPR RI dari Dapil NTB II/Pulau Lombok, Fauzan Khalid menyebut kehidupan di pesantren dibangun atas prinsip persamaan dan kebersamaan. Para santri terbiasa hidup mandiri, sederhana, disiplin, dan saling membantu dalam keseharian mereka.
Menurutnya, pengawasan selama 24 jam di lingkungan asrama turut membentuk karakter santri yang kuat, baik dari sisi adab maupun tanggung jawab pribadi.
“Di pondok pesantren, santri mendapatkan keseimbangan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat. Karena itu, jangan pernah merasa rendah diri bersekolah di pesantren,” katanya.
Fauzan Khalid juga menilai banyak konsep pendidikan modern saat ini mengadopsi pola pembelajaran ala pesantren, termasuk sistem pembelajaran berbasis pendampingan intensif seperti homeschooling.
Dalam kesempatan tersebut, mantan Bupati Lombok Barat dua periode (2016-2024) itu juga mengajak para orang tua untuk tidak ragu menyekolahkan anak, meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi. Ia menegaskan pendidikan merupakan investasi utama bagi masa depan generasi muda.
“Jangan pernah berkata tidak mampu menyekolahkan anak. Yakinlah, setiap anak yang menempuh pendidikan sudah memiliki rezekinya masing-masing dari Allah SWT,” tegasnya di hadapan jemaah majelis taklim Yayasan Ponpes Nurul Qur’an Wal Ahkam.
Fauzan Khalid menambahkan, pendidikan tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga mengembangkan karakter, moral, kejujuran, dan kemampuan sosial anak dalam menghadapi tantangan masa depan.
Ia pun mengingatkan pentingnya menciptakan suasana rumah yang nyaman agar anak dapat belajar dengan baik.
“Orang tua harus menghadirkan lingkungan rumah yang kondusif. Jangan sering bertengkar karena itu bisa membuat anak tidak nyaman belajar,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Fauzan Khalid mengajak masyarakat untuk terus belajar sepanjang hayat atau long life learning sebagai bekal meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.(Sid)

















