Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Tanjung Katupa Bima, 45 Penumpang dan ABK Berhasil Diselamatkan

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana evakuasi dengan selamat oleh Tim SAR gabungan terhadap 45 penumpang dan ABK Kapal Wisata yang tenggelam di Perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Provinsi NTB.

Suasana evakuasi dengan selamat oleh Tim SAR gabungan terhadap 45 penumpang dan ABK Kapal Wisata yang tenggelam di Perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Provinsi NTB.

BIMA, LOMBOKTODAY.ID – Sebuah kapal wisata yang melayani rute Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), menuju Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) tenggelam di perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, pada Kamis malam (16/7/2026).

Berkat respons cepat tim gabungan dan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi, seluruh 45 penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Insiden terjadi sekitar pukul 19.45 Wita. Saat berlayar menuju Pulau Komodo, kapal wisata tersebut dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya tenggelam di perairan Tanjung Katupa.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 45 orang di atas kapal, terdiri atas 37 penumpang dan 8 anak buah kapal (ABK). Dari jumlah tersebut, 16 orang merupakan warga negara Indonesia (WNI), sedangkan 29 lainnya merupakan warga negara asing (WNA).

Menerima laporan kejadian, Kantor SAR Mataram langsung mengaktifkan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait dan mengerahkan personel dari Pos SAR Bima menuju lokasi.

Baca Juga :  700 Pelari dari 18 Negara Taklukkan Kaki Rinjani, Sport Tourism NTB Mendunia

Operasi penyelamatan melibatkan unsur gabungan dari Polairud Polres Bima, KSOP Bima, SROP Bima, BPBD Kabupaten Bima, KUPP Labuhan Lombok, serta sejumlah kapal yang berada paling dekat dengan titik kejadian.

Tiga kapal wisata, yakni Sukha Sail, Majestic, dan Sultan, menjadi yang pertama merespons sinyal darurat dan berperan penting dalam proses evakuasi para korban.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan kapal Sukha Sail lebih dahulu mengevakuasi seluruh korban yang berada di lifecraft sebelum dipindahkan ke kapal lain yang lebih aman.

“Selanjutnya para korban dievakuasi ke kapal Majestic dan Sultan. Sebanyak 17 orang dievakuasi ke kapal Sultan, sementara 28 orang lainnya berada di kapal Majestic,” ujar Hariyadi dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2026).

Untuk mempercepat proses penanganan, pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.45 Wita, KM Amokti Palapa diberangkatkan dari Pelabuhan Bima menuju titik koordinat penjemputan yang telah ditentukan.

Baca Juga :  5 Rekomendasi Tempat Wisata untuk Liburan Keluarga di Batam

Hariyadi menegaskan keselamatan seluruh penumpang dan kru menjadi prioritas utama dalam operasi pencarian dan pertolongan tersebut.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan seluruh penumpang dan kru. Alhamdulillah, kerja keras tim di lapangan membuahkan hasil. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan tiba di Pelabuhan Bima pada pukul 09.23 Wita menggunakan KM Amokti Palapa untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Seluruh korban akhirnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Bima pada Jumat pagi. Setelah dipastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian, Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) secara resmi dinyatakan ditutup.

Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti pentingnya koordinasi cepat antarinstansi dan respons sigap kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi saat kondisi darurat terjadi, sehingga seluruh penumpang dan awak kapal dapat diselamatkan tanpa korban jiwa.(arz)

Berita Terkait

Usulkan 20 Ribu Bedah Rumah, Lombok Timur Baru Dapat Jatah 2.000 Unit, Bupati Iron Kejar Penataan Lima Kawasan
Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya
KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi
Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi
Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan
Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong
Celah Sempit di Tengah Kemacetan Bisa Picu Kecelakaan, Pengendara Motor Wajib Waspada
Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong

Berita Terbaru