MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pentingnya peran guru berkarakter dalam membentuk masa depan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Menurutnya, pendidikan saat ini tidak lagi cukup hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memperkuat kecerdasan emosional dan spiritual generasi muda.
Hal itu disampaikan Gubernur Iqbal saat menghadiri pelatihan ESQ Leadership Center yang diikuti ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan di ruang teater Ahmad Firdaus Sukmono, Universitas Islam Al-Azhar Mataram, Rabu (7/5/2026).
“Jadilah guru yang layak dicintai oleh murid-muridnya, karena guru bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi menjadi teladan dan pembentuk karakter,” ujar Gubernur Iqbal.
Menurut Gubernur Iqbal, derasnya arus globalisasi dan perkembangan media sosial membuat pendidikan karakter menjadi kebutuhan mendesak.
Ia menilai generasi muda membutuhkan pendampingan agar tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.
Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan mengenal diri sendiri sebagai bagian dari pembentukan karakter manusia.
“Salah satu hal penting dalam hidup adalah kemampuan berdialog dengan diri sendiri. Banyak orang merasa kesepian bukan karena tidak memiliki teman, tetapi karena tidak pernah berdamai dengan dirinya sendiri,” katanya.
Gubernur Iqbal menambahkan, anak-anak masa kini membutuhkan perhatian dan kehadiran orang dewasa yang mampu memahami kondisi psikologis mereka.
“Pendidikan bukan hanya soal pelajaran di kelas, tetapi tentang menghadirkan kepedulian dan nilai-nilai kehidupan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal juga menyampaikan permohonan maaf kepada para guru, khususnya guru PPPK paruh waktu, terkait keterbatasan fiskal daerah yang belum mampu sepenuhnya memenuhi harapan kesejahteraan tenaga pendidik.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi NTB disebut terus berupaya menghadirkan solusi konkret. Salah satunya melalui tambahan penghasilan sebesar Rp500 ribu per bulan bagi guru PPPK paruh waktu sebagai langkah awal peningkatan kesejahteraan.
“Kami ingin mengirim pesan bahwa pemerintah tidak berhenti memikirkan kesejahteraan guru. Kemampuan kami saat ini memang terbatas, tetapi ikhtiar untuk terus memperbaiki kondisi guru akan tetap menjadi perhatian,” ujar Gubernur Iqbal.
Sementara itu, pendiri ESQ Leadership Center sekaligus motivator nasional, Ary Ginanjar Agustian mengatakan, pelatihan ESQ menjadi bagian dari upaya membangun manusia yang utuh melalui penguatan intelektual, emosional, dan spiritual.
Menurut Ary Ginanjar, Nusa Tenggara Barat memiliki kekuatan budaya religius dan spiritual yang kuat sehingga dinilai potensial menjadi pusat pendidikan karakter nasional.
“NTB adalah daerah pilihan. Pulau Seribu Masjid yang memiliki semangat spiritualitas, gotong royong, dan ketakwaan yang kuat. Dari NTB inilah kami yakin akan lahir generasi emas Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan sebanyak 800 jamaah ESQ dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji sebagai bagian dari pembinaan spiritual yang dilakukan ESQ Leadership Center.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan di NTB sekaligus melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju visi Indonesia Emas 2045.(arz)

















