Masih Jauh dari Harapan, Bupati Lotim Dorong Reformasi Total Manajemen PT Selaparang Finansial

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lotim, H Haerul Warisin bersama Wabup HM Edwin Hadiwijaya saat menghadiri RUPS PT. Selaparang Finansial XIX Tahun Buku 2025, Selasa (3/3/2026).

Bupati Lotim, H Haerul Warisin bersama Wabup HM Edwin Hadiwijaya saat menghadiri RUPS PT. Selaparang Finansial XIX Tahun Buku 2025, Selasa (3/3/2026).

LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Evaluasi tajam mewarnai PT Selaparang Finansial pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) XIX Tahun Buku 2025,  yang digelar di Aula Kantor Perusahaan, Labuhan Haji, Lombok Timur (Lotim), pada Selasa (3/3/2026).

Hadir langsung dalam forum strategis tersebut, Bupati Lotim, H Haerul Warisin bersama Wabup HM Edwin Hadiwijaya.

Dalam arahannya, Bupati Iron, demikian Bupati Lotim ini biasa disapa menyampaikan pesan tegas namun konstruktif: masa depan lembaga keuangan daerah tidak ditentukan oleh wacana, melainkan oleh strategi yang presisi dan keberanian manajemen menuntaskan persoalan mendasar.

Sorotan utama tertuju pada kinerja perusahaan. Berdasarkan evaluasi yang disampaikan, laba yang dibukukan berada di bawah 5 persen, sementara rasio kredit macet menembus angka di atas 10 persen. “Keuntungan di bawah lima persen, tapi kredit macet di atas sepuluh persen. Apakah itu bagus? Tidak,” tegasnya.

Baca Juga :  KSPN NTB Siap Kerahkan Kekuatan Tutup Paksa Gudang Tembakau se-Pulau Lombok

Pernyataan tersebut menjadi alarm keras bagi manajemen agar segera melakukan pembenahan menyeluruh, khususnya pada sektor pengelolaan risiko dan kualitas pembiayaan.

Tak berhenti pada kritik, Bupati Iron juga memberikan arahan strategis. Ia meminta agar penagihan kredit macet menjadi prioritas utama, dengan melibatkan seluruh karyawan. Namun, langkah itu harus diawali dengan pelatihan khusus agar setiap pegawai memahami teknik komunikasi, negosiasi, dan pendekatan humanis kepada nasabah.

Pendekatan kolaboratif ini dinilai sebagai strategi “all hands on deck”—semua elemen bergerak bersama menyelamatkan perusahaan.

Lebih jauh, Bupati Iron mengingatkan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki dua misi besar: mencetak keuntungan dan menjaga kesejahteraan masyarakat melalui layanan yang terjangkau.

BUMD, menurutnya, bukan ruang kepentingan pribadi maupun kelompok. Profesionalisme, transparansi, dan integritas harus menjadi fondasi utama.

Baca Juga :  Tiga Klasifikasi Manusia dalam Tilikan Masa Pertumbuhan Akal Intelektualitasnya: Meneguhkan Peran Guru Pendidik dalam Penguatan Karakter Akal Intelektual

Direksi pun diingatkan agar tidak mengambil kebijakan sepihak. Setiap keputusan strategis perlu melalui ruang diskusi terbuka, termasuk melibatkan tenaga ahli agar langkah yang diambil berbasis kajian dan tidak merugikan perusahaan dalam jangka panjang.

Terkait mutasi maupun perubahan struktur organisasi, Bupati Iron menekankan bahwa setiap kebijakan harus berlandaskan kebutuhan efektivitas bisnis dan kesadaran akan tanggung jawab profesional.

Momentum RUPS ini diharapkan menjadi titik balik bagi PT Selaparang Finansial untuk bertransformasi lebih adaptif, akuntabel, dan relevan dengan tantangan ekonomi modern.

Di tengah dinamika industri keuangan yang semakin kompetitif, BUMD dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dengan tata kelola yang sehat dan visi yang berpihak pada masyarakat.(Kml)

Berita Terkait

Mushalla Baiturrahman Bangun Ketahanan Pangan Lewat Budidaya 1.000 Ekor Lele, Berharap Dukungan TJSL PLN Energi Gas
Dukung Program Desa Berdaya NTB, Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Budidaya Ayam Petelur untuk Masyarakat Desa Lendang Nangka Utara
Nelayan Ekas Bertahun-tahun Terjebak Tengkulak, Menko Pangan Janjikan Cold Storage dan 40 Kapal
Pemprov NTB dan Pemerintah Pusat Bangun Kampung Nelayan Merah Putih Teluk Ekas, Fokus Tingkatkan Pendapatan Nelayan
Gubernur Iqbal dan Anindya Bakrie Kompak Perkuat Kolaborasi Investasi, Ekonomi NTB Tumbuh 13,24 Persen Menuai Pujian
Ketum Kadin Anindya Bakrie Puji Ekonomi NTB Tumbuh 13,24 Persen, Sebut Daerah Ini Magnet Baru Investasi Indonesia
Kerap Dikeluhkan Pedagang, Gubernur Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Agar Lebih Nyaman dan Tertata
Gubernur Iqbal Pastikan Tak Ada Warga NTB Tertinggal, Desa Berdaya hingga Penanganan Kekeringan Digenjot

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:08 WIB

Mushalla Baiturrahman Bangun Ketahanan Pangan Lewat Budidaya 1.000 Ekor Lele, Berharap Dukungan TJSL PLN Energi Gas

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Nelayan Ekas Bertahun-tahun Terjebak Tengkulak, Menko Pangan Janjikan Cold Storage dan 40 Kapal

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:03 WIB

Pemprov NTB dan Pemerintah Pusat Bangun Kampung Nelayan Merah Putih Teluk Ekas, Fokus Tingkatkan Pendapatan Nelayan

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:36 WIB

Gubernur Iqbal dan Anindya Bakrie Kompak Perkuat Kolaborasi Investasi, Ekonomi NTB Tumbuh 13,24 Persen Menuai Pujian

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:03 WIB

Ketum Kadin Anindya Bakrie Puji Ekonomi NTB Tumbuh 13,24 Persen, Sebut Daerah Ini Magnet Baru Investasi Indonesia

Berita Terbaru