LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah pusat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Komitmen tersebut ditegaskan saat Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto melakukan kunjungan kerja ke KNMP Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (31/7/2026).
Rombongan menteri disambut langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin didampingi Wakil Bupati, H. Moh. Edwin Hadiwijaya.
Setibanya di lokasi, para menteri langsung berinteraksi dengan nelayan untuk mendengar secara langsung berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan aktivitas melaut.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan hingga ke daerah-daerah pesisir.
Dalam arahannya, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyoroti persoalan klasik yang selama ini membelenggu kehidupan nelayan di Ekas.
Menurutnya, meski dikenal rajin melaut, para nelayan masih kerap dirugikan akibat permainan harga oleh tengkulak.
Keterbatasan fasilitas penyimpanan seperti pabrik es dan cold storage membuat hasil tangkapan harus segera dijual dengan harga rendah agar tidak membusuk.
Kondisi tersebut dinilai menyebabkan nelayan sulit meningkatkan pendapatan, bahkan tidak sedikit yang terus terjebak dalam lingkaran utang.
“Kita ingin memutus pola lama ini. Nelayan kita harus senang, makmur, dan terhormat di negerinya sendiri. Jika pemerintah tidak hadir dan peduli, maka yang makmur justru nelayan asing, sementara kawasan pantai kita dikuasai mereka,” tegas Zulkifli Hasan.
Sebagai solusi, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mengoperasikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas mulai Desember 2026.
Kawasan tersebut dirancang menjadi pusat ekonomi nelayan yang terintegrasi. Selain dilengkapi pabrik es dan cold storage, KNMP juga akan memiliki tempat lelang ikan modern, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), bengkel kapal, tambatan perahu, kios usaha, warung atau kafe, hingga kawasan budidaya lele untuk mendukung diversifikasi usaha masyarakat pesisir.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan sebanyak 40 kapal yang akan diserahkan kepada nelayan KNMP sebagai bagian dari program penguatan produktivitas sektor perikanan tangkap.
Melalui pembangunan fasilitas yang lebih modern dan terintegrasi tersebut, pemerintah berharap rantai distribusi hasil tangkapan menjadi lebih efisien, posisi tawar nelayan meningkat, serta kesejahteraan masyarakat pesisir di Lombok Timur dapat tumbuh secara berkelanjutan.(Kml)

















