Warga Kelayu Potong 40 Ekor Sapi di Masjid Al-Umary, Tradisi Kurban 26 Tahun Tetap Lestari

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Desa Kelayu, Kelurahan Selong, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), kembali berlangsung semarak.

Ribuan warga memadati Masjid Al-Umary untuk melaksanakan salat Idul Adha sekaligus mengikuti tradisi penyembelihan hewan kurban massal yang telah berlangsung selama 26 tahun terakhir.

Tahun ini, panitia mencatat sebanyak 40 ekor sapi disembelih sebagai hewan kurban.

Seluruh hewan kurban tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat Kelayu, baik yang tinggal di kampung halaman maupun perantauan.

Tradisi kurban massal di Masjid Al-Umary tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi dan menjaga semangat gotong royong antarwarga.

Ketua Panitia Ibadah Kurban Masjid Al-Umary, Muhammad Yani QH, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas tingginya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kurban tahun ini.

“Alhamdulillah, tahun ini Masjid Al-Umary kembali menyembelih 40 ekor sapi yang terkumpul dari masyarakat secara swadaya. Ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial warga Kelayu masih sangat tinggi,” ujarnya di sela kegiatan kurban, Rabu (27/5/2026).

Panitia mencatat jumlah mustahiq atau penerima daging kurban mencapai 3.543 orang. Rinciannya, sebanyak 2.053 warga berasal dari Kelayu Selatan dan 1.490 warga dari Kelayu Utara.

Baca Juga :  Diduga Akibat Arus Pendek Listrik, Toko Bangunan di Tanak Awu Ludes Terbakar

Sementara itu, jumlah pekurban mencapai 280 orang yang berasal dari masyarakat Kelayu, baik yang menetap di desa maupun yang berada di luar daerah.

“Memasuki tahun ke-26 pelaksanaan kurban, alhamdulillah tradisi ini tetap bertahan sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong yang diwariskan para pendahulu,” lanjutnya.

Semangat kebersamaan dalam tradisi kurban massal ini juga dirasakan warga perantauan.

Salah satunya Ema, warga asal Kelayu yang kini tinggal di Mataram.

Ia mengaku sengaja pulang kampung untuk berkurban di Masjid Al-Umary sekaligus merayakan Idul Adha bersama keluarga besar.

“Saya memang sengaja pulang untuk ikut berkurban di Masjid Al-Umary. Selain ingin berlebaran, saya juga ingin bertemu keluarga dan sanak famili di kampung,” katanya.

Menurutnya, tradisi kurban di Kelayu memiliki nuansa kebersamaan yang kuat dan layak terus dipertahankan.

“Acara kurbannya keren, setiap tahun selalu besar dan ramai. Semoga tradisi ini terus lestari,” ujarnya.

Kurban Jadi Cara Merawat Warisan TGH Umar Kelayu

Bagi masyarakat Kelayu, kegiatan kurban di Masjid Al-Umary bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan spiritual dan sosial peninggalan ulama kharismatik Nusantara, Tuan Guru Umar Kelayu atau Datok Umar.

Baca Juga :  Wagub NTB Sampaikan Gambaran Umum Postur APBD 2026

Nama “Al-Umary” yang disematkan pada masjid tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap sanad keilmuan, keteladanan, serta semangat pengabdian umat yang diwariskan Datok Umar kepada masyarakat Sasak.

Salah seorang warga Kelayu, M. Saleh, mengatakan masyarakat memiliki ikatan emosional yang kuat dengan masjid tersebut karena menjadi simbol persatuan warga sejak dahulu.

“Melaksanakan ibadah kurban dan bergotong royong di masjid ini punya nilai emosional dan spiritual yang kuat bagi kami. Masjid ini dirintis oleh Datok Umar sebagai simbol persatuan umat,” ungkapnya.

Selama ini, Masjid Al-Umary dikenal sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat yang mampu mempersatukan warga lintas golongan dan organisasi kemasyarakatan.

“Ini cara kami merawat kebersamaan, menjaga kekompakan, sekaligus menghormati sejarah besar beliau sebagai tokoh agama yang sangat dihormati masyarakat,” tutupnya.(ltn)

Berita Terkait

FPT KSB Gelar Aksi 13 Agustus, Desak PUPR dan BPN Buka Dugaan Lonjakan Anggaran Pengadaan Tanah Rp170 Miliar
Pemprov NTB Perbaiki Jalan Depan RSUD Sering Sumbawa, Anggaran Tembus Rp1 Miliar
Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong
Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas
IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi
Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB
TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Bupati Lombok Timur: Tanpa Dokter, Pembangunan Daerah Tak Akan Pernah Maju

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 05:08 WIB

FPT KSB Gelar Aksi 13 Agustus, Desak PUPR dan BPN Buka Dugaan Lonjakan Anggaran Pengadaan Tanah Rp170 Miliar

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:02 WIB

Pemprov NTB Perbaiki Jalan Depan RSUD Sering Sumbawa, Anggaran Tembus Rp1 Miliar

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:04 WIB

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:11 WIB

Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:09 WIB

IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi

Berita Terbaru