Wagub NTB Sampaikan Gambaran Umum Postur APBD 2026

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri (dua dari kiri) saat menyerahkan dokumen penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026 kepada Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda.

Wagub NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri (dua dari kiri) saat menyerahkan dokumen penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026 kepada Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (Wagub NTB), Hj Indah Dhamayanti Putri, menyampaikan gambaran umum postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Di mana, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp5,64 triliun, sementara belanja daerah ditetapkan Rp5,75 triliun.

Karenanya, defisit anggaran akan ditutup melalui pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA). Penyesuaian ini dinilai sebagai langkah realistis agar belanja pemerintah daerah tetap fokus pada sektor-sektor prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat.

Umi Dinda, demikian Wagub NTB ini biasa disapa, berharap APBD NTB Tahun Anggaran 2026 dapat menjadi instrumen fiskal yang kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. ‘’Semoga APBD NTB Tahun Anggaran 2026 dapat menjadi instrumen untuk mengantarkan NTB menuju daerah yang lebih makmur dan berdaya saing,’’ kata Umi Dinda saat Rapat Paripurna DPRD NTB ke-I, yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Kantor Gubernur NTB, Senin (24/11/2025).

Baca Juga :  KPPN Sampaikan Kenaikan Dana Transfer Daerah Tahun 2025 Kepada Bupati Lotim

Umi Dinda menegaskan, bahwa penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 harus efektif, tepat sasaran, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. ‘’APBD NTB Tahun Anggaran 2026 harus benar-benar membawa keberpihakan dan kemanfaatan bagi masyarakat NTB,’’ tegasnya.

Umi Dinda, menjelaskan, bahwa pemerintah daerah (Pemda) NTB telah melakukan berbagai langkah teknis dalam penyusunan rencana anggaran agar pembangunan di NTB berjalan konsisten.

Baca Juga :  Dirut PLN Ajak Para CEO Selaraskan Langkah Wujudkan Mimpi Indonesia ke Depan

Fokus utama dalam APBD 2026 diarahkan pada percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem dan penguatan ketahanan pangan. ‘’Penguatan ketahanan pangan harus terus dipacu agar NTB dapat menjadi lumbung pangan nasional,’’ jelasnya.

Selain isu sosial dan ekonomi, Pemda NTB juga memberi perhatian pada pengembangan ekosistem industri berbasis agro-maritim serta peningkatan kualitas sektor pariwisata. Menurutnya, potensi geografis dan daya tarik wisata NTB sangat besar, sehingga perlu dikembangkan secara terukur dan berkelanjutan.

‘’Pariwisata NTB harus dapat bersaing dengan destinasi internasional melalui peningkatan fasilitas dan kemudahan akses,’’ ucapnya.(ltn)

Berita Terkait

Desa Berdaya dan Tantangan Mengubah Kemiskinan Desa
HUT ke-67, Gubernur Iqbal Tekankan Pentingnya Pembangunan yang Cepat dan Tepat
Nataru dan Hegemoni Ekonomi Gaya Baru
Desa Berdaya NTB: Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Menuju Pencapaian SDGs
Pemprov NTB Luncurkan Desa Berdaya, Percepat Pengentasan Kemiskinan dari Desa
Keren! Pemprov NTB Gratiskan Penyeberangan Ambulans Jenazah di Kayangan–Poto Tano
Terapkan Sistem Tanpa Kedip, Gubernur Iqbal: PLN Pahlawan di Balik Kesuksesan NTB
Gubernur Iqbal: Saatnya Bank NTB Syariah Pulang ke Pangkuan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 13:03 WIB

Desa Berdaya dan Tantangan Mengubah Kemiskinan Desa

Selasa, 16 Desember 2025 - 12:04 WIB

HUT ke-67, Gubernur Iqbal Tekankan Pentingnya Pembangunan yang Cepat dan Tepat

Senin, 15 Desember 2025 - 20:03 WIB

Nataru dan Hegemoni Ekonomi Gaya Baru

Senin, 15 Desember 2025 - 15:03 WIB

Pemprov NTB Luncurkan Desa Berdaya, Percepat Pengentasan Kemiskinan dari Desa

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:16 WIB

Keren! Pemprov NTB Gratiskan Penyeberangan Ambulans Jenazah di Kayangan–Poto Tano

Berita Terbaru

Mansur Afifi.

Ekonomi & Bisnis

Desa Berdaya dan Tantangan Mengubah Kemiskinan Desa

Selasa, 16 Des 2025 - 13:03 WIB

Ekonomi & Bisnis

Nataru dan Hegemoni Ekonomi Gaya Baru

Senin, 15 Des 2025 - 20:03 WIB