MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Keselamatan berkendara tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mengendalikan kendaraan. Kepatuhan terhadap aturan, kewaspadaan di jalan, kondisi kendaraan, hingga pemahaman terhadap risiko kecelakaan menjadi bagian penting yang harus berjalan beriringan.
Semangat itulah yang dibawa Astra Motor NTB bersama Jasa Raharja Provinsi NTB, Detasemen Polisi Militer (Denpom), dan Ditlantas Polda NTB melalui kegiatan Edukasi Keselamatan Berkendara.
Kolaborasi lintas instansi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran para anggota agar semakin disiplin, aman, dan bertanggung jawab saat berkendara.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bersama untuk membekali peserta dengan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai keselamatan di jalan.
Terlebih, sepeda motor masih menjadi salah satu sarana penting yang digunakan untuk menunjang mobilitas dan aktivitas pekerjaan sehari-hari.
Bagi pengendara dengan mobilitas tinggi, risiko di jalan tidak selalu datang dari kondisi yang dapat diprediksi.
Karena itu, kemampuan mengantisipasi potensi bahaya sekaligus membangun kebiasaan berkendara yang benar menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Dalam kegiatan tersebut, Jasa Raharja Provinsi NTB memberikan pemahaman mengenai perlindungan dan manfaat asuransi Jasa Raharja.
Peserta mendapatkan edukasi mengenai perlindungan dasar bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas serta pentingnya mengetahui hak dan manfaat perlindungan ketika risiko kecelakaan terjadi.
Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dari edukasi keselamatan. Sebab, upaya mencegah kecelakaan perlu berjalan beriringan dengan pengetahuan mengenai langkah dan perlindungan yang tersedia ketika risiko tersebut benar-benar terjadi.
Sementara itu, Ditlantas Polda NTB memperkuat kegiatan melalui materi safety driving. Peserta diajak memahami pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, meningkatkan kewaspadaan, serta membangun perilaku berkendara yang dapat membantu mencegah terjadinya kecelakaan.
Pesan yang disampaikan tidak berhenti pada persoalan tertib berlalu lintas. Keselamatan juga sangat dipengaruhi oleh perilaku pengendara ketika menghadapi berbagai situasi di jalan, termasuk kemampuan menjaga konsentrasi dan mengambil keputusan secara tepat.
Edukasi kemudian diperkuat oleh Astra Motor NTB melalui materi safety riding. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai teknik berkendara yang aman, penggunaan perlengkapan berkendara yang tepat, serta pentingnya memastikan sepeda motor berada dalam kondisi layak sebelum digunakan.
Pemeriksaan kendaraan sebelum perjalanan menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang ditekankan. Kondisi kendaraan yang prima dapat membantu pengendara menghadapi perjalanan dengan lebih aman sekaligus mengurangi risiko yang muncul akibat persoalan teknis.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai cara mengantisipasi potensi bahaya di jalan. Dengan begitu, keselamatan tidak hanya bergantung pada respons ketika bahaya sudah muncul, tetapi juga pada kemampuan pengendara mengenali risiko sejak awal.
Di sisi lain, Denpom turut memberikan imbauan kepada para anggota agar selalu menempatkan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap aktivitas berkendara.
Kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi bagian penting dalam membangun budaya berkendara yang tertib.
Lebih dari itu, anggota juga didorong untuk menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya. Sikap disiplin ketika berkendara diharapkan tidak hanya memberikan perlindungan bagi diri sendiri, tetapi juga menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.
Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix mengatakan, keselamatan berkendara merupakan bagian penting yang harus terus dikampanyekan kepada masyarakat, termasuk para pekerja yang memiliki mobilitas tinggi dan menggunakan sepeda motor untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Keselamatan berkendara bukan hanya tentang bagaimana kita sampai di tujuan, tetapi bagaimana kita bisa sampai dengan selamat. Terlebih bagi para pekerja yang setiap hari memiliki mobilitas tinggi menggunakan sepeda motor, penerapan safety riding menjadi hal yang sangat penting,” ujar Yehezkiel Felix.
Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi salah satu cara untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berkendara.
Edukasi yang melibatkan berbagai pihak dinilai dapat memberikan perspektif yang lebih lengkap, mulai dari aspek keselamatan, kepatuhan terhadap aturan, hingga perlindungan ketika terjadi kecelakaan.
“Melalui kolaborasi bersama Jasa Raharja, Ditlantas Polda NTB dan Denpom, kami berharap edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran serta membangun kebiasaan berkendara yang aman dan bertanggung jawab,” katanya.
Kolaborasi tersebut pada akhirnya menegaskan satu hal: keselamatan di jalan bukan sekadar urusan pengendara. Dibutuhkan kedisiplinan, pengetahuan, kesiapan kendaraan, kepatuhan terhadap aturan, serta kepedulian terhadap pengguna jalan lainnya.
Semakin kuat kesadaran itu dibangun, semakin besar pula peluang menciptakan budaya lalu lintas yang aman dan tertib.
Sebab, perjalanan yang baik bukan hanya soal seberapa cepat seseorang tiba di tujuan, tetapi memastikan setiap perjalanan berakhir dengan selamat.(amn)

















