Awas Mesin Overheat, Ini Tanda Air Radiator Motor Perlu Diganti

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jangan tunggu mesin overheat.

Jangan tunggu mesin overheat.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Mesin sepeda motor dirancang bekerja dalam suhu ideal, tetapi ancaman kerusakan bisa datang diam-diam ketika pemilik kendaraan mengabaikan satu komponen penting: air radiator atau coolant.

Banyak pengendara tidak menyadari bahwa cairan pendingin yang dibiarkan terlalu lama justru dapat menjadi penyebab utama mesin overheat dan penurunan performa secara signifikan.

Instruktur Technical Service Astra Motor NTB, Sultan Hartawan mengungkapkan, bahwa mesin Honda dibuat dengan tingkat presisi tinggi, sehingga sistem pendinginan harus selalu berada dalam kondisi optimal. Coolant yang sudah lama tidak diganti berpotensi kehilangan fungsi dasarnya, yakni menjaga kestabilan suhu mesin.

Coolant lama itu sering kali dianggap sepele, padahal justru bisa menjadi musuh tersembunyi bagi mesin. Ketika kualitas cairan pendingin menurun, kerja sistem pendingin tidak lagi maksimal,” kata Sultan Hartawan.

Mesin Honda Butuh Pendinginan Optimal

Coolant tidak hanya berfungsi mendinginkan mesin, tetapi juga melindungi komponen logam dari karat dan korosi. Di dalam sistem pendinginan terdapat radiator, pompa air, hingga saluran-saluran kecil yang sangat sensitif terhadap kotoran.

Jika coolant dibiarkan terlalu lama, cairan tersebut bisa berubah sifat. Endapan kotoran dan karat berpotensi terbentuk, terutama pada motor yang sering digunakan dalam kondisi lalu lintas padat atau jarak tempuh harian tinggi.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Komitmen Lindungi Pekerja Melalui BPJS Ketenagakerjaan

“Ketika saluran pendingin mulai tersumbat, panas mesin tidak bisa dilepas dengan baik. Akibatnya suhu naik lebih cepat dan risiko overheat semakin besar,” ujarnya.

Tanda Coolant Motor Perlu Segera Dikuras

Ada beberapa tanda yang bisa dikenali pemilik motor ketika coolant sudah waktunya diganti. Salah satunya adalah kenaikan suhu mesin yang tidak normal, ditandai dengan jarum indikator suhu yang berada di atas posisi ideal.

Selain itu, perubahan warna coolant juga patut diwaspadai. Cairan pendingin yang terlihat keruh, berkarat, atau berminyak menandakan kualitasnya sudah menurun.

Pada beberapa tipe motor tertentu, gejala lain bisa berupa pemanas kabin yang tidak bekerja optimal. “Kalau heater tidak mengeluarkan panas, itu bisa jadi indikasi adanya sumbatan pada heater core. Ini tanda serius bahwa sistem pendingin tidak sehat,” terang Sultan.

Risiko Kerusakan Jika Terlambat Ganti Coolant

Dampak dari coolant kotor tidak hanya berhenti pada suhu mesin yang meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu korosi pada radiator dan pompa air.

Komponen yang berkarat akan mempercepat keausan dan berujung pada biaya perbaikan yang tidak sedikit. Lebih parah lagi, overheat yang terjadi berulang dapat merusak gasket kepala silinder.

Baca Juga :  Top!, PLN UIP Nusra Raih Penghargaan Zero Accident dan SMK3 dari Kemenaker RI

Kerusakan pada bagian ini berisiko menyebabkan kebocoran kompresi dan penurunan performa mesin secara drastis.

“Kalau sudah sampai overheat parah, dampaknya bisa merembet ke mana-mana. Mesin jadi tidak awet dan performa turun,” tegas Sultan.

Perawatan Preventif Jadi Kunci

Sultan menekankan bahwa penggantian coolant secara berkala merupakan langkah preventif yang jauh lebih murah dibandingkan biaya perbaikan akibat kerusakan mesin. Ia menyarankan pemilik motor Honda untuk melakukan pengecekan sistem pendingin secara rutin di bengkel resmi AHASS.

“Penggantian coolant yang tepat waktu bisa mencegah overheat fatal dan melindungi mesin dari karat serta korosi,” ujarnya.

Saat ini, pemilik motor juga dimudahkan dengan layanan digital untuk perawatan kendaraan. Melalui aplikasi Motorku X, konsumen dapat melakukan pemesanan servis tanpa harus mengantre lama di bengkel.

Booking servis sekarang jauh lebih praktis. Datang sesuai jadwal, pengerjaan lebih cepat, dan motor kembali optimal.

Dengan perawatan sederhana namun konsisten, sistem pendingin mesin dapat bekerja maksimal. Coolant yang bersih bukan hanya menjaga suhu tetap stabil, tetapi juga memastikan performa mesin tetap hangat dan andal dalam jangka panjang.(amn)

Berita Terkait

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong
Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas
IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi
Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB
TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Bupati Lombok Timur: Tanpa Dokter, Pembangunan Daerah Tak Akan Pernah Maju
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:04 WIB

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:11 WIB

Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:09 WIB

IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:09 WIB

Bupati Lombok Timur: Tanpa Dokter, Pembangunan Daerah Tak Akan Pernah Maju

Berita Terbaru