Pemanfaatan NLP Berbasis AI Untuk Mendeteksi Gangguan Berbahasa pada Penyintas Trauma Psikologis

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maedia Febyolanda.

Maedia Febyolanda.

Oleh: Maedia Febyolanda │

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, UNW Mataram, 2026
Tugas Akhir Mata Kuliah Psycholinguistics
Dosen Pengampu Mata Kuliah: M. Rajabul Gufron, S.Pd., M.A

PEMANFAATAN teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) semakin meluas, khususnya dalam bidang kesehatan mental. Salah satu cabang AI yang memiliki peran penting adalah Natural Language Processing (NLP), yaitu teknologi yang memungkinkan komputer memahami dan menganalisis bahasa manusia. Dalam kajian psikolinguistik, bahasa dipandang sebagai hasil dari proses kognitif yang berkaitan erat dengan kondisi psikologis seseorang, sehingga perubahan bahasa dapat menjadi indikator adanya gangguan mental.

Penyintas trauma psikologis sering mengalami gangguan berbahasa yang tercermin dalam pilihan kata, struktur kalimat, serta ekspresi emosional yang digunakan. Trauma dapat memengaruhi proses kognitif seperti memori, perhatian, dan pemrosesan bahasa, sehingga kemampuan berbahasa menjadi tidak optimal. Gangguan tersebut tidak selalu terlihat secara langsung, sehingga membutuhkan pendekatan analisis yang lebih sistematis dan objektif.

Baca Juga :  Astra Motor NTB Bersinergi dengan Satlantas dan Dishub Lombok Barat Gelar Pelatihan Safety Riding di SMKN 1 Gerung

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Natural Language Processing (NLP) berbasis kecerdasan buatan dalam mendeteksi gangguan berbahasa pada penyintas trauma psikologis secara akurat dan sistematis.

NLP berbasis AI memungkinkan analisis bahasa secara mendalam melalui pengolahan data teks atau tuturan. Teknologi ini dapat mengidentifikasi pola linguistik tertentu, seperti penggunaan kata-kata bermuatan emosi negatif, penurunan kompleksitas kalimat, serta ketidakteraturan dalam penyampaian gagasan. Dengan kemampuan memproses data dalam jumlah besar, NLP dapat membantu mendeteksi indikasi gangguan berbahasa secara lebih cepat dan konsisten.

Selain sebagai alat deteksi dini, NLP juga dapat dimanfaatkan untuk memantau perkembangan kondisi penyintas trauma dari waktu ke waktu. Perubahan pola bahasa yang terdeteksi oleh sistem AI dapat menjadi bahan pertimbangan bagi psikolog atau tenaga profesional dalam menentukan langkah penanganan yang tepat. Namun, teknologi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai alat bantu dalam proses evaluasi klinis.

Baca Juga :  Isi Masa Reses, Fauzan Khalid Buka Pelatihan Jurnalistik di MAN 2 Mataram

Meskipun memiliki potensi besar, penerapan NLP berbasis AI juga menghadapi tantangan, terutama terkait etika dan privasi data. Bahasa yang dianalisis sering kali bersifat personal dan sensitif, sehingga perlindungan data menjadi aspek yang sangat penting. Oleh karena itu, pengembangan dan penggunaan teknologi ini harus dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan prinsip etika penelitian.

Secara keseluruhan, pemanfaatan NLP berbasis AI menawarkan kontribusi yang signifikan dalam mendeteksi gangguan berbahasa pada penyintas trauma psikologis. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi ini dapat mendukung kajian psikolinguistik serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan mental secara lebih efektif dan objektif.(*)

Berita Terkait

MK Putuskan Anggaran Makan Bergizi Gratis Tak Boleh Lagi Ambil Porsi Dana Pendidikan, Berlaku Mulai APBN 2028
Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur
Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur
Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan
Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan
Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa
Empat Tim Mahasiswa NTB Lolos Seleksi Regional Astra Honda SFL 2026, Siap Bersaing di Tahap Berikutnya
SMP 1 Masbagik Juara GSI 2026, Siap Wakili Kabupaten Lotim di Tingkat Provinsi NTB

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:05 WIB

MK Putuskan Anggaran Makan Bergizi Gratis Tak Boleh Lagi Ambil Porsi Dana Pendidikan, Berlaku Mulai APBN 2028

Senin, 27 Juli 2026 - 10:07 WIB

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:01 WIB

Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:03 WIB

Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan

Berita Terbaru