LKPJ Perdana Iqbal–Dinda, Ekonomi NTB 2025 Tetap Tangguh

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menyampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 dalam Sidang Paripurna DPRD NTB, di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB, Senin (30/3/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menyampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 dalam Sidang Paripurna DPRD NTB, di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB, Senin (30/3/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) resmi memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Sidang Paripurna DPRD NTB, di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB, Senin (30/3/2026).

Laporan ini menjadi potret kinerja tahun pertama kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri (Iqbal–Dinda) untuk periode 2025–2030.

LKPJ ini tak hanya berisi laporan administratif, tetapi juga menggambarkan bagaimana ekonomi NTB tetap bertahan di tengah tekanan global dan dinamika kebijakan nasional.

Dalam pemaparannya, Gubernur Iqbal menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap visi besar: “Bangkit Bersama Menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur dan Mendunia”.

Visi ini diterjemahkan ke dalam 7 misi pembangunan daerah dan 3 agenda prioritas utama, yakni: Penanggulangan kemiskinan ekstrem, Penguatan ketahanan pangan, Pengembangan pariwisata kelas dunia.

Baca Juga :  Panen Kopi Melimpah, Pemdes Segala Anyar Gandeng Mitra Jepang Kembangkan Pertanian Organik

Pendekatan ini menjadi fondasi arah pembangunan NTB lima tahun ke depan, dengan fokus pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dari sisi makroekonomi, NTB mencatat performa yang cukup solid sepanjang 2025. Pemprov NTB mencatat angka pertumbuhan ekonomi tanpa sektor tambang: 8,33%, dan pertumbuhan ekonomi termasuk sektor tambang: 3,22%.

Meski sektor pertambangan mengalami kontraksi signifikan, ekonomi NTB tetap bergerak positif. Hal ini ditopang oleh sektor-sektor lain seperti: Industri pengolahan, Pariwisata, Pertanian, Jasa keuangan.

Kombinasi sektor tersebut menjadi “penyangga” utama ekonomi daerah, sekaligus menunjukkan struktur ekonomi NTB yang semakin beragam.

Gubernur Iqbal juga mengulas dinamika perencanaan ekonomi yang mengalami penyesuaian signifikan.

Saat penyusunan awal RPJMD, target pertumbuhan ekonomi 2025 dipatok sekitar 6 persen, dengan asumsi kondisi eksternal stabil (ceteris paribus), berdasarkan proyeksi pertumbuhan 5,3 persen di akhir 2024.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Gelar Gathering Gerakan Koperasi Bersama BSI

Namun realitas di lapangan berubah cukup drastis. Di awal masa pemerintahan, NTB justru menghadapi kontraksi sektor tambang yang tajam, titik awal pertumbuhan ekonomi di angka minus 1,47 persen.

Meski begitu, capaian akhir menunjukkan pemulihan yang cukup impresif, menandakan daya tahan ekonomi daerah yang kuat di tengah tekanan.

Capaian LKPJ 2025 ini menjadi sinyal positif bahwa NTB mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Dengan strategi pembangunan yang terarah dan diversifikasi sektor ekonomi, pemerintah optimistis visi “NTB Makmur dan Mendunia” bukan sekadar slogan, tetapi target realistis yang bisa dicapai dalam lima tahun ke depan.(Sid)

Berita Terkait

Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut
Honda Electrify Meet Up–Lombok, Astra Motor NTB Ajak Masyarakat Jajal Motor Listrik
Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan
Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong
ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia
Gubernur NTB Pastikan Stok BBM, LPG, Beras, dan Pupuk Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik
Bupati Iron Salurkan Modal Usaha Rp1,5 Juta per Pedagang di Pasar Tenten Gandor, Ini Pesannya
Pemprov NTB Targetkan BPR Syariah Rampung Akhir 2026, Pembiayaan UMKM Jadi Prioritas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:33 WIB

ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Gubernur NTB Pastikan Stok BBM, LPG, Beras, dan Pupuk Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik

Berita Terbaru