LOBAR, LOMBOKTODAY.ID — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Al-Faruq, Perumahan Griya Menang Asri, Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), pada Sabtu malam (7/3/2026). Ratusan jemaah berkumpul dalam peringatan malam Nuzulul Qur’an yang diisi tausiyah oleh Senator DPD RI daerah pemilihan (Dapil) NTB, TGH Ibnu Kholil.
Dalam kesempatan tersebut, tokoh agama yang juga pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Inan Lemu Beleka, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) itu mengajak para jemaah merenungkan kembali makna turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia.
Menurutnya, Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi harus dipahami dan dijadikan rujukan dalam menjalani kehidupan.
“Al-Qur’an turun sebagai petunjuk hidup. Siapa pun yang mempelajarinya dengan hati terbuka akan menemukan kebenaran,” ujar TGH Ibnu Kholil di hadapan para jemaah yang memadati masjid.
Dalam tausiyahnya, senator dua periode itu juga membagikan pengalaman menarik saat bertemu seorang pimpinan negara bagian di Inggris. Ia menceritakan bagaimana tokoh tersebut akhirnya memeluk Islam setelah mempelajari isi Al-Qur’an secara mendalam dan membandingkannya dengan kitab suci agama sebelumnya.
“Dia membaca Al-Qur’an, mempelajari isinya, lalu membandingkan dengan kitab suci yang sebelumnya dia yakini. Setelah melalui proses panjang, dia menemukan kebenaran dalam Al-Qur’an dan akhirnya memeluk Islam,” tuturnya.
Alumni Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, Jawa Timur itu juga menyinggung kisah inspiratif ulama Papua, KH Saiful Islam Al‑Payage, yang kini memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua.
Perjalanan dakwah ulama Papua tersebut, menurutnya, menjadi contoh nyata keteguhan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat yang majemuk.
Sepanjang tausiyah berlangsung, para jemaah terlihat menyimak dengan penuh perhatian. Kisah-kisah inspiratif dan pesan spiritual yang disampaikan membuat suasana malam Nuzulul Qur’an terasa hangat sekaligus reflektif hingga acara berakhir menjelang larut malam.(Sid)

















