Dikes NTB Siapkan Indeks Kesehatan Desa, Strategi Baru Tekan Stunting dan Kemiskinan

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) terus memperkuat program Desa Berdaya dengan pendekatan yang lebih terukur dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu langkah terbarunya adalah menyiapkan indeks kesehatan desa sebagai instrumen strategis untuk menekan stunting, kemiskinan ekstrem, hingga mendukung pariwisata berkualitas.

Program ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor yang menyasar langsung kehidupan masyarakat desa, terutama dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr. dr. HL Hamzi Fikri, menegaskan bahwa indeks kesehatan desa akan menjadi panduan utama dalam intervensi kesehatan berbasis data.

Salah satu perhatian utama adalah pola konsumsi masyarakat, khususnya rokok yang dinilai berdampak besar terhadap kemiskinan dan kesehatan.

“Konsumsi rokok itu nomor dua setelah beras. Ini berpengaruh pada kemiskinan dan menurunkan kualitas kesehatan, yang akhirnya berdampak pada produktivitas,” tegasnya.

Indeks kesehatan desa ini akan mulai diterapkan di 40 desa tahap awal sebagai bagian dari intervensi kesehatan transformatif.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian di Hari Bhayangkara ke-79, Polres Lombok Barat Salurkan 5.000 Liter Air Bersih

Saat ini, konsep tersebut tengah dibahas bersama berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan implementasinya berjalan optimal.

Di lapangan, Dinas Kesehatan mengandalkan jaringan layanan seperti Puskesmas hingga Posyandu untuk memperkuat edukasi dan intervensi gizi masyarakat.

Dorong Program Makan Bergizi Gratis
Salah satu program yang menjadi tulang punggung adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini ditargetkan mampu menjangkau 100 persen kelompok rentan, yaitu: Ibu hamil, Ibu menyusui, dan Balita.

Distribusi dan kualitas gizi menjadi perhatian utama, dengan melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan koordinator wilayah.

Selain pencegahan, Pemprov NTB juga memperkuat layanan kesehatan rujukan, khususnya untuk wilayah terpencil.
Beberapa langkah strategis yang dilakukan antara lain: Peningkatan status RS Manambai di Pulau Sumbawa menjadi rumah sakit tipe B, Penguatan layanan di RSUP Kota Bima, Penyediaan rumah singgah bagi pasien rujukan di Pulau Lombok, Gratis biaya penyeberangan ambulans.

Langkah ini diharapkan dapat mempermudah akses layanan bagi pasien dengan penyakit berat seperti jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Baca Juga :  Di Tengah Cuaca Ekstrem, Pj Bupati Lotim Terjun ke Lapangan

Dalam upaya pengendalian rokok, Pemprov NTB juga mengembangkan konsep kampung bebas asap rokok yang terintegrasi dengan program Desa Berdaya.

Kebijakan ini memperkuat implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang mencakup: Fasilitas kesehatan, Sekolah, Tempat ibadah, Area bermain anak, Tempat kerja dan ruang publik, dan Transportasi umum.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga mendorong pembentukan layanan berhenti merokok di Puskesmas, termasuk edukasi dan skrining kesehatan yang lebih masif.

Meski NTB dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau terbesar, kontribusi konsumsi rokok terhadap pembiayaan kesehatan dinilai masih belum optimal.

Karena itu, intervensi kesehatan terus diperkuat agar mampu menurunkan angka stunting, mengurangi kemiskinan ekstrem, meningkatkan kualitas SDM, mendukung pariwisata berkelas dunia.

Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan berbasis data, Pemprov NTB optimistis program Desa Berdaya dapat menjadi motor perubahan menuju masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.(Sid)

Berita Terkait

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong
Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas
IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi
Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB
TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Bupati Lombok Timur: Tanpa Dokter, Pembangunan Daerah Tak Akan Pernah Maju
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:04 WIB

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:11 WIB

Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:09 WIB

IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:09 WIB

Bupati Lombok Timur: Tanpa Dokter, Pembangunan Daerah Tak Akan Pernah Maju

Berita Terbaru