Lempar Mikrofon, Kepala Kanwil Kemenag NTB Dinilai Cederai Marwah Lembaga

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rohman Rofiki.

Rohman Rofiki.

LOMBOK TENGAH, LOMBOKTODAY.ID – Insiden tindakan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zamroni Aziz, S.Hi., MH yang melempar tiang mikrofon saat acara pelantikan Kepala Kemenag Kabupaten Dompu, H Najamuddin, M.Pd, yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag NTB, Jumat (19/9/2025), menuai sorotan. Rekaman video insiden tersebut beredar luas dan menimbulkan kritik keras dari kalangan masyarakat sipil.

Direktur Insight for Development and Sustainability (IDEAL), Rohman Rofiki menyebut, tindakan itu bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan bentuk krisis kepemimpinan yang merusak martabat institusi. “Seorang pemimpin di lembaga keagamaan seharusnya menampilkan akhlak, kesabaran, dan pengendalian diri. Bukan sebaliknya mempertontonkan kemarahan. Lempar mikrofon di forum resmi mencederai marwah Kemenag di mata publik,” tegas Rohman, Sabtu (20/9/2025).

Baca Juga :  Tips Aman Berkendara Saat Musim Panas, Tetap Nyaman dan Selamat di Jalan Bersama Honda

Rohman menilai, insiden ini memperlihatkan kontradiksi antara nilai kelembagaan yang dijunjung Kemenag dengan perilaku pejabatnya. “Kemenag berbicara tentang moderasi beragama, akhlak, dan moralitas. Tapi di lapangan, pejabatnya justru menunjukkan sikap temperamental,” ujarnya.

IDEAL menekankan bahwa publik berhak mendapatkan klarifikasi dan permohonan maaf dari pejabat terkait dan tidak membiarkan persoalan ini berlalu begitu saja hanya akan memperdalam krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi. “Kewibawaan tidak lahir dari amarah, tapi dari keteladanan. Publik sedang menunggu apakah Kepala Kanwil Kemenag NTB berani bertanggung jawab atas sikapnya, atau justru memilih diam dan membiarkan citra lembaga runtuh,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sekda NTB Bersyukur dan Bangga Atas Peresmian Gedung Kantor Pusat PB NWDI

Sebelumnya, beredar video viral di media sosial, video yang mempertontonkan sosok Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB, H Zamroni Aziz, marah sambil mengangkat tiang mikrofon dan membuangnya ke hadapan sejumlah pejabat, video yang ditampilkan dalam akun YouTube, Facebook dan tersebar di beberapa Group WA tersebut, telah ditonton ribuan orang.

Hingga berita ini diturunkan, belum didapatkan klarifikasi dan keterangan resmi dari pihak Humas maupun Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB.(LS)

Berita Terkait

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong
Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas
IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi
Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB
TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Bupati Lombok Timur: Tanpa Dokter, Pembangunan Daerah Tak Akan Pernah Maju
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:04 WIB

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:11 WIB

Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:09 WIB

IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi

Senin, 27 Juli 2026 - 14:02 WIB

Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Berita Terbaru