Gubernur Iqbal Sampaikan Kegelisahan dan Harapan Terkait Belum Ada Bentuk Arsitektur Khas NTB

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menghadiri Musprov ke-VII IAI NTB, di Mataram, Sabtu (29/11/2025).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menghadiri Musprov ke-VII IAI NTB, di Mataram, Sabtu (29/11/2025).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan kegelisahan sekaligus harapannya terkait belum adanya bentuk arsitektur khas NTB yang benar-benar disepakati, diakui, dan dijadikan sebagai pedoman bersama dalam pembangunan.

Gubernur Iqbal yang pernah mengenyam pendidikan arsitektur tersebut menegaskan, hingga saat ini NTB belum memiliki desain arsitektur lokal yang dapat menjadi rujukan resmi. Selama ini, konsep ‘’lumbung’’ sering dijadikan simbol arsitektur NTB, namun ia menilai hal tersebut belum begitu mengena.

‘’Masak lumbung menjadi arsitektur NTB? Lumbung itu ada di Bali, Lampung, dan banyak daerah lain. Lumbung adalah bangunan untuk menyimpan padi, bukan representasi filosofis budaya kita. Kita perlu kesepakatan yang lebih bermakna,’’ tegas Gubernur Iqbal saat menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-VII Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) NTB, di Mataram, Sabtu (29/11/2025).

Akibat belum adanya identitas arsitektur yang kuat, lanjut Gubernur Iqbal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mengalami kesulitan memberikan rujukan arsitektur kepada investor, terutama yang ingin membangun hotel atau infrastruktur komersial lainnya. ‘’Saya kesulitan menjelaskan kepada investor, karena kita tidak punya arsitektur lokal yang disepakati. Tidak ada referensi tunggal. Ini harus segera kita benahi,’’ ujarnya.

Gubernur Iqbal kemudian meminta IAI NTB untuk menyusun kajian mendalam yang melibatkan arsitek, budayawan senior, budayawan muda, serta pelaku seni tradisi. Kajian tersebut nantinya diharapkan dapat menghasilkan, pertama; desain arsitektur lokal Lombok, Sumbawa, dan Bima; kedua, ornamen khas masing-masing budaya (Sasak, Samawa, Mbojo). Sedangkan lannya, material tipikal NTB yang dapat diusulkan sebagai standar.

Baca Juga :  Meskipun Jabatan Plt Kepala Sekolah, Muhsan Siap Majukan SDN 2 Batu Putik

Jika hasil kajian telah matang, maka Gubernur Iqbal menyatakan kesiapan untuk menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) atau bahkan Peraturan Daerah (Perda) sebagai dasar hukum arsitektur lokal NTB. ‘’Saya ingin ini menjadi proyek serius. Kita punya budaya besar Sasambo (Sasak, Samawa, dan Mbojo). Ketiga suku ini harus terwakili secara hati-hati agar kekayaan identitas (kultural) kita tidak tereduksi,’’ ungkapnya.

Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya melibatkan arsitek muda dalam proses perumusan arsitektur tersebut. ‘’Anak-anak muda harus merasa memiliki. Konsep ini bukan hanya milik arsitek senior, tapi milik generasi penerus NTB,’’ ucapnya.

Gubernur Iqbal menutup sambutan dengan ajakan kepada seluruh arsitek untuk menjawab kegelisahannya itu melalui karya nyata. ‘’Suatu hari nanti NTB memiliki landmark arsitektur khas yang lahir dari gagasan kolektif para arsitek daerah. Mudah-mudahan kegelisahan saya ini ditangkap, dihayati, dan dijawab. NTB harus punya landmark arsitektur bernuansa lokal yang menjadi identitas kita Bersama,’’ katanya.

Baca Juga :  Sinta Iqbal Tekankan Pentingnya Peran Istri ASN dalam Kesuksesan Suami

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IAI NTB, Lalu Agus Supriyadi, menyampaikan perkembangan organisasi profesi arsitek di NTB. Kini, anggota IAI NTB telah mencapai lebih dari 170 arsitek, sekitar 50 di antaranya telah memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA). ‘’STRA adalah syarat mutlak bagi seorang arsitek professional. Dengan meningkatnya jumlah arsitek yang memiliki STRA, maka peluang kerja juga semakin terbuka luas,’’ katanya.

Selain STRA, Agus menegaskan, arsitek yang bekerja pada proyek-proyek pemerintah, wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK). Kedua lisensi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga profesionalisme dan kualitas karya arsitektur di NTB.

Ia juga menyoroti pentingnya peran Pemprov NTB, terutama Gubernur NTB, yang memiliki kewenangan menerbitkan lisensi tertentu, terkait praktik arsitektur daerah. Lisensi tersebut, menurutnya penting untuk memastikan setiap arsitek memahami nilai-nilai arsitektur lokal NTB.

Kegiatan Musprov ke-VII IAI NTB ini dihadiri para petinggi organisasi profesi, akademisi, dan praktisi arsitektur dari seluruh NTB, perwakilan IAI pusat, serta para Dekan Fakultas Teknik dari Universitas Mataram (Unram), Undikma, dan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT).(ltn)

Berita Terkait

Gubernur Iqbal Tegaskan SPM Tak Boleh Berhenti di Dokumen, Harus Dirasakan Warga NTB
MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga
Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi
Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:04 WIB

Gubernur Iqbal Tegaskan SPM Tak Boleh Berhenti di Dokumen, Harus Dirasakan Warga NTB

Senin, 14 September 2026 - 12:06 WIB

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga

Senin, 14 September 2026 - 08:05 WIB

Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Minggu, 13 September 2026 - 13:09 WIB

Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling

Minggu, 13 September 2026 - 07:06 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Berita Terbaru