Pencarian Korban KMP Belida: Tim SAR Gabungan Intensifkan Penyisiran di Selat Alas yang Menantang

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan terus berupaya mencari seorang penumpang yang dilaporkan jatuh dari KMP Belida.

Tim SAR gabungan terus berupaya mencari seorang penumpang yang dilaporkan jatuh dari KMP Belida.

KSB, LOMBOKTODAY.ID – Memasuki hari kedua, tim SAR gabungan terus berupaya menemukan seorang penumpang yang dilaporkan jatuh dari Kapal Motor Penumpang (KMP) Belida.

Insiden yang terjadi pada Senin (1/12/2025) ini, memfokuskan operasi pencarian di sekitar perairan Selat Alas, yang terletak di antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F,S. Samola, S.I.K., M.H memerintahkan Komandan Kapal Polisi XXI-1003 untuk melaksanakan kegiatan SAR serta koordinasi dengan instansi terkait yang terlibat dalam operasi SAR.

Di mana, operasi SAR tersebut terdiri dari berbagai instansi, termasuk personel dari Kesatuan Polisi Laut (KPL) Tano, TNI AL, TNI AD, Badan SAR Nasional (BASARNAS), Syahbandar (otoritas pengawas pelabuhan), dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).

Baca Juga :  Postur Berboncengan yang Aman dan Nyaman

Pencarian intensif dilakukan dengan menyisir alur pelayaran Poto Tano–Khayangan menggunakan Kapal Polisi XXI-1003 milik Ditpolairud NTB.

Selat Alas dikenal sebagai wilayah perairan yang memiliki arus kuat dan kondisi cuaca yang sering berubah-ubah, sehingga menambah tantangan bagi tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian.

‘’Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban. Kondisi perairan memang cukup menantang, namun kami tetap optimis,’’ kata Komandan Kapal Polisi XXI-1003, Bripka Mohammad Zainuddin, di lokasi, pada Rabu (3/12/2025).

Baca Juga :  Honda Bikers Motour Camp 2025 Ajang Solidaritas dan Kreativitas Bikers Lombok

Selain melakukan penyisiran di permukaan laut, tim SAR gabungan juga berkoordinasi dengan nelayan setempat untuk membantu memberikan informasi jika menemukan tanda-tanda atau petunjuk terkait keberadaan korban.

Imbauan juga disampaikan kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Alas untuk turut serta memantau dan melaporkan jika melihat sesuatu yang mencurigakan.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan belum menemukan petunjuk signifikan. Namun, operasi pencarian akan terus dilakukan dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Pihak keluarga korban juga terus mendapatkan dukungan dan informasi terkini dari pihak berwenang.(ltn)

Berita Terkait

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong
Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas
IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi
Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB
TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Bupati Lombok Timur: Tanpa Dokter, Pembangunan Daerah Tak Akan Pernah Maju
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:04 WIB

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:11 WIB

Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:09 WIB

IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi

Senin, 27 Juli 2026 - 14:02 WIB

Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Berita Terbaru