Gangguan Berbicara Penderita Stuttering dalam Berinteraksi

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zaid Abdurrachman.

Zaid Abdurrachman.

Oleh: Zaid Abdurrachman │

Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2025
Tugas Akhir Mata Kuliah Psycholinguistics
Dosen Pengampu Mata Kuliah: M. Rajabul Gufron, S.Pd., M.A

STUTTERING adalah gangguan kelancaran berbicara yang ditandai dengan pengulangan bunyi, suku kata, kata, atau adanya jeda yang tidak wajar saat seseorang berbicara. Contohnya seperti mengucapkan “s-s-saya mau bicara” atau berhenti lama sebelum satu kata keluar. Dalam bahasa Indonesia, stuttering sering disebut sebagai gagap. Stuttering bukan sekadar gugup atau kurang percaya diri. Gangguan ini berkaitan dengan cara kerja otak dalam mengatur koordinasi antara pikiran, pernapasan, dan gerak otot bicara. Karena itu, seseorang yang gagap sebenarnya tahu apa yang ingin ia katakan, tetapi kesulitan menyampaikannya secara lancar.

Berbicara adalah salah satu cara utama manusia membangun hubungan dengan orang lain. Lewat kata-kata, kita menyampaikan pikiran, perasaan, dan identitas diri. Namun, bagi penderita stuttering, berbicara bisa menjadi aktivitas yang penuh tekanan. Setiap kata terasa seperti perjuangan, bukan hanya secara fisik, tapi juga secara mental. Dalam proses berinteraksi, penderita stuttering sering menghadapi tantangan sosial. Mereka kerap merasa cemas akan reaksi orang lain—takut ditertawakan, diremehkan, atau dianggap tidak pintar. Akibatnya, banyak yang memilih diam, bukan karena tidak punya pendapat, tetapi karena takut tidak diberi kesempatan untuk menyampaikannya dengan tenang.

Baca Juga :  Honda Ajak Masyarakat Berkendara Aman, Konsumen Baru Dapat Perlengkapan Keselamatan Gratis

Menurut saya, yang paling dibutuhkan penderita stuttering bukanlah rasa kasihan, melainkan penerimaan dan kesabaran. Kita tidak perlu menilai dari kelancarannya, tapi dari isi pikirannya. Mendengarkan tanpa memotong, tidak mengejek, dan memberi waktu adalah bentuk empati yang sederhana namun sangat berarti. Selain itu, edukasi juga penting. Banyak orang masih mengira gagap hanya karena gugup atau kurang latihan. Padahal, stuttering adalah kondisi yang kompleks dan bisa dipengaruhi faktor neurologis, genetik, serta psikologis. Karena itu, komentar seperti “santai saja” atau “coba tenang” sering kali tidak menyelesaikan masalah.

Baca Juga :  Bank NTB Syariah Sukses Implementasikan QRIS Cross Border, Dorong Transaksi Global dari Korea hingga Singapore

Interaksi sosial yang sehat seharusnya memberi ruang bagi semua suara, termasuk suara yang tersendat. Dunia tidak hanya milik mereka yang lancar berbicara, tetapi juga milik mereka yang berjuang keras untuk menyampaikan satu kalimat penuh. Pada akhirnya, stuttering bukan tentang kekurangan, tetapi tentang perjuangan dan keberanian untuk tetap berbicara meski tidak mudah. Dan tugas kita sebagai masyarakat adalah memastikan perjuangan itu dibalas dengan empati, bukan ejekan.(*)

Berita Terkait

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur
Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur
Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan
Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan
Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa
Empat Tim Mahasiswa NTB Lolos Seleksi Regional Astra Honda SFL 2026, Siap Bersaing di Tahap Berikutnya
SMP 1 Masbagik Juara GSI 2026, Siap Wakili Kabupaten Lotim di Tingkat Provinsi NTB
Ironi Kampus: Ketika Ruang Kritik Tidak Lagi Memberi Ruang Bicara

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:07 WIB

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:01 WIB

Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:03 WIB

Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:07 WIB

Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa

Berita Terbaru