MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Pengamanan pintu masuk Pulau Lombok diperketat. Unit Polisi Satwa (Polsatwa) Direktorat Samapta Polda NTB mengerahkan anjing pelacak K9 untuk melakukan patroli intensif di kawasan Pelabuhan Lembar dan Perumahan Alana Resident Lembar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), pada Senin (23/2/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi preventif kepolisian dalam mengantisipasi masuknya bahan berbahaya melalui jalur laut, termasuk potensi penyelundupan bahan peledak.
Kepala Bidang Humas Polda NTB, Mohammad Kholid, menegaskan bahwa pelibatan K9 merupakan bentuk penguatan sistem pengamanan terpadu di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Patroli kali ini dilakukan dengan mengikutsertakan anjing pelacak guna memastikan tidak ada bahan-bahan berbahaya yang masuk melalui Pelabuhan Lembar. Ini langkah antisipasi untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan patroli, personel Polsatwa menyisir sejumlah titik strategis di pelabuhan, termasuk kendaraan dan barang bawaan yang keluar-masuk kawasan tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara detail dan terukur, dengan mengandalkan insting serta kemampuan deteksi tinggi dari unit K9.
Tak hanya area pelabuhan, patroli juga diperluas hingga kawasan permukiman sekitar sebagai bentuk penguatan pengamanan wilayah penyangga.
Pelabuhan Lembar dikenal sebagai salah satu akses transportasi laut utama yang menghubungkan Lombok dengan berbagai daerah di Indonesia. Tingginya mobilitas penumpang dan arus distribusi logistik menjadikan kawasan ini sebagai titik strategis yang membutuhkan pengawasan ekstra dan berkelanjutan.
Melalui patroli rutin dengan dukungan K9, Polda NTB menargetkan potensi ancaman keamanan dapat dicegah sejak dini. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk komitmen aparat dalam menciptakan ruang publik yang aman dan kondusif, khususnya di jalur transportasi vital.
Di tengah dinamika mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, pendekatan preventif berbasis teknologi dan dukungan satwa terlatih menjadi langkah adaptif dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Dengan pengamanan yang semakin terintegrasi, masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan diharapkan dapat beraktivitas dengan rasa aman dan nyaman.(Sid)

















