LOTENG, LOMBOKTODAY.ID — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mengajak seluruh jajaran Polisi Kehutanan (Polhut) dan masyarakat untuk memperkuat komitmen menjaga kelestarian hutan demi mencegah bencana alam yang semakin sering terjadi.
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan penanaman pohon sekaligus silaturahmi bersama personel Balai KPH Wilayah I Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, di kawasan wisata alam Air Terjun Benang Kelambu, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara (BKU), Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Rabu (4/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal mengungkapkan keprihatinannya setelah melakukan kunjungan ke berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama di Pulau Sumbawa dan kawasan selatan Pulau Lombok.
Menurutnya, kerusakan hutan telah menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya risiko bencana alam yang merugikan masyarakat.
“Seminggu lalu kita mengalami hujan selama tiga hari berturut-turut dan banjir terjadi di 14 titik. Hampir semuanya dipicu oleh kerusakan hutan,” tegas Gubernur Iqbal di hadapan para personel Polhut.
Gubenrur Iqbal juga menyoroti kerusakan jalan provinsi di wilayah Sekotong hingga Pantai Mawun yang disebutnya sebagai bukti nyata dampak hutan yang gundul di kawasan perbukitan.
Bertepatan dengan momentum Ramadan, Gubernur Iqbal mengajak semua pihak memaknai ibadah puasa sebagai kesempatan untuk menahan diri dari berbagai tindakan yang merusak alam. Ia pun meminta para petugas kehutanan memandang hutan sebagai bagian dari kehidupan mereka sendiri.
“Jagalah hutan seperti kalian menjaga keluarga. Nasib masyarakat di hilir sangat bergantung pada apa yang dilakukan oleh rekan-rekan Polhut di sini,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Gubernur Iqbal juga berkomitmen untuk meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan serta fasilitas kerja para petugas kehutanan ke depan. Selain itu, ia menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan persuasif kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
“Jadilah sahabat bagi masyarakat sekitar hutan. Ajak mereka menjaga bersama, agar yang kita wariskan kepada anak cucu adalah alam yang lestari, bukan kerusakan,” katanya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, aparat kehutanan, dan masyarakat, diharapkan kelestarian hutan di NTB tetap terjaga sehingga mampu melindungi lingkungan sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.(Sid)

















