Ledakan Tug Boat di Selat Hormuz, Tiga Awak WNI Masih Dicari

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Heni Hamidah.

Heni Hamidah.

JAKARTA, LOMBOKTODAY.ID — Insiden ledakan yang menimpa kapal tug boat Musaffah 2 di perairan Selat Hormuz pada Jumat dini hari (6/3/2026) masih menyisakan tanda tanya. Kapal berbendera Persatuan Emirat Arab (PEA) tersebut dilaporkan terbakar sebelum akhirnya tenggelam di perairan strategis yang berada di antara wilayah laut PEA dan Oman.

Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat menerima laporan awal mengenai kejadian tersebut pada hari yang sama. Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan saksi mata, kapal mengalami ledakan hebat yang memicu kebakaran sebelum akhirnya tenggelam.

Hingga saat ini, otoritas di Persatuan Emirat Arab dan Oman masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab insiden tersebut.

Baca Juga :  Tokoh Muda Kalimantan Desak Presiden Prabowo Percepat Pemerataan Pendidikan di Daerah

“Kedua Perwakilan RI segera melakukan koordinasi dengan otoritas setempat di PEA dan Oman, serta pihak perusahaan pemilik kapal, Safeen Prestige,” jelas Heni.

Informasi sementara menyebutkan bahwa Musaffah 2 diawaki oleh tujuh kru yang berasal dari Indonesia, India, dan Filipina. Dari jumlah tersebut, 4 awak kapal berhasil selamat, 3 awak lainnya masih dalam proses pencarian.

Dari para korban selamat, terdapat satu warga negara Indonesia (WNI) yang mengalami luka bakar dan saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Kota Khasab, Oman. Sementara itu, tiga WNI lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim penyelamat dari otoritas setempat.

Selain itu, terdapat satu WNI lain yang berada di lokasi kejadian, namun berada di kapal berbeda sehingga dipastikan dalam kondisi selamat.

Saat ini, perwakilan pemerintah Indonesia di kawasan tersebut terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat serta pihak perusahaan kapal.

Baca Juga :  COP29 Azerbaijan: PLN Galang Kolaborasi Global untuk Transisi Energi Menuju Swasembada Energi Berkelanjutan

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses pencarian tiga awak WNI yang hilang memastikan perawatan medis bagi korban selamat serta menyampaikan perkembangan terbaru kepada keluarga korban di Indonesia.

Kementerian Luar Negeri juga mendorong dilakukannya investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti ledakan kapal tersebut.

Di tengah dinamika situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, pemerintah Indonesia kembali mengingatkan seluruh WNI yang berada di wilayah tersebut, termasuk yang bekerja di sektor pelayaran, untuk meningkatkan kewaspadaan.

WNI diminta untuk terus memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat serta melakukan lapor diri guna memudahkan perlindungan dan respons cepat jika terjadi keadaan darurat. Dalam kondisi darurat, WNI juga diimbau untuk segera menghubungi hotline Perwakilan RI setempat.(Sid)

Berita Terkait

Kebakaran Tempat Hiburan di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Jadi Korban
KBRI Kuala Lumpur Sebut NTB Mitra Strategis Malaysia, Investasi Hijau dan Skema Zero Cost PMI Jadi Magnet
Temui Ribuan PMI NTB di Malaysia, Gubernur Iqbal Siapkan KUR Khusus agar Buruh Sawit Tak Terjerat Rentenir
Gempa M 7,8 Guncang Mindanao Filipina, Bagaimana Kondisi WNI Saat Ini?
Bawa Pesan Prabowo ke Jenewa, Menaker Perjuangkan Perlindungan Awak Kapal Perikanan Indonesia
KBRI Kuala Lumpur Telusuri Dugaan Keterlibatan WNI dalam Kasus 2.251 Pelaku Online Scam di Malaysia
Presiden Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi Korea Selatan, Grand Order of Mugunghwa
Presiden Prabowo Saksikan 10 MoU RI–Korsel, Fokus Ekonomi Digital hingga Energi Bersih

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:47 WIB

Kebakaran Tempat Hiburan di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Jadi Korban

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:02 WIB

KBRI Kuala Lumpur Sebut NTB Mitra Strategis Malaysia, Investasi Hijau dan Skema Zero Cost PMI Jadi Magnet

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:09 WIB

Temui Ribuan PMI NTB di Malaysia, Gubernur Iqbal Siapkan KUR Khusus agar Buruh Sawit Tak Terjerat Rentenir

Senin, 8 Juni 2026 - 11:05 WIB

Gempa M 7,8 Guncang Mindanao Filipina, Bagaimana Kondisi WNI Saat Ini?

Senin, 8 Juni 2026 - 08:01 WIB

Bawa Pesan Prabowo ke Jenewa, Menaker Perjuangkan Perlindungan Awak Kapal Perikanan Indonesia

Berita Terbaru