TEMBANG PUGIS NTB 2026: Ketua TP PKK Tekankan Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia Iqbal saat memberikan sambutan dalam forum TEMBANG PUGIS NTB 2026, di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (7/4/2026).

Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia Iqbal saat memberikan sambutan dalam forum TEMBANG PUGIS NTB 2026, di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (7/4/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta Agathia Iqbal menegaskan bahwa program pembangunan berbasis inklusi sosial harus menghasilkan dampak konkret, bukan sekadar agenda seremonial.

Hal tersebut ia sampaikan dalam forum Tematik Musrenbang Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial (TEMBANG PUGIS) NTB 2026, yang digelar di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (7/4/2026).

Dalam forum yang diselenggarakan Bappeda Provinsi NTB bersama Program SKALA, Sinta mengangkat sejumlah persoalan sosial yang masih terjadi di akar rumput.

Mulai dari keterbatasan akses pendidikan dan ekonomi yang memicu pernikahan anak, hingga tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas dan pekerja migran.

“Banyak anak perempuan terpaksa putus sekolah karena faktor ekonomi, lalu berujung pada pernikahan dini. Ini siklus yang harus kita putus bersama,” tegasnya.

Ia juga menyoroti minimnya akses fasilitas publik yang ramah disabilitas serta terbatasnya peluang kerja di sektor formal.

Sementara itu, perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) dinilai masih perlu diperkuat, terutama dalam aspek literasi keuangan dan pengasuhan anak.

Baca Juga :  Ketua Komisi I DPRD Loteng Terima Massa Aksi Calon PPPK

Sinta menekankan bahwa kompleksitas masalah sosial tidak bisa diselesaikan secara parsial. Ia mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperkuat kolaborasi dan menghilangkan ego sektoral.

Menurutnya, pendekatan pembangunan juga harus kontekstual, mengingat karakter masyarakat di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa memiliki perbedaan signifikan.

“Prinsip No One Left Behind jangan hanya jadi jargon. Program harus realistis, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan daerah,” ujarnya.

Sebagai Ketua TP PKK sekaligus pembina berbagai organisasi sosial, ia berkomitmen memastikan program inklusi sosial bisa menjangkau hingga level desa.

Mewakili Kepala Bappeda NTB, Heri Agustiadi mengungkapkan bahwa pendekatan TEMBANG PUGIS telah menghasilkan dampak nyata dalam perencanaan daerah.

Sebanyak 14 usulan strategis dari kelompok rentan telah diakomodasi dalam APBD, dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp166 miliar.

Program tersebut mencakup sektor: Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur ramah lansia dan disabilitas.

Ia menjelaskan, istilah “TEMBANG PUGIS” memiliki makna filosofis lokal. Tembang: suara dari pinggiran yang harus didengar. Pugis: diibaratkan seperti anyaman tradisional yang menyatukan berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga :  Astra Motor NTB Rayakan HPN 2026: Dari Ruang Redaksi ke Bengkel, Kolaborasi Dibangun Lewat Aksi Nyata

Lead Program SKALA, Anja Kusuma, memberikan apresiasi terhadap konsistensi Pemprov NTB dalam mengarusutamakan inklusi sosial.

Menurutnya, NTB menjadi salah satu provinsi yang berhasil mengintegrasikan aspirasi kelompok rentan ke dalam sistem perencanaan daerah.

“Fokus kita sekarang adalah spending better. Dengan data Regsosek, setiap anggaran bisa lebih tepat sasaran bagi perempuan, disabilitas, dan lansia,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi SKALA dan Bappeda NTB bertujuan memperkuat indikator inklusi dalam dokumen perencanaan seperti RKPD 2026 dan RPJMD 2025–2029.

TEMBANG PUGIS 2026 menggunakan pendekatan partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan langsung kelompok: Perempuan, Anak, Penyandang disabilitas, Buruh migran.

Hasil diskusi tersebut akan dituangkan dalam dokumen resmi sebagai dasar penyusunan rencana kerja pemerintah daerah.

Dengan dukungan TP PKK, Bappeda, dan Program SKALA, Pemerintah Provinsi NTB optimistis mampu menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

TEMBANG PUGIS diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi benar-benar menjadi motor perubahan untuk menghapus sekat marginalisasi di NTB.(Sid)

Berita Terkait

Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya
KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi
Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi
Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan
Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong
Celah Sempit di Tengah Kemacetan Bisa Picu Kecelakaan, Pengendara Motor Wajib Waspada
Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB
Wakapolda NTB Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Empat BI Mataram

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong

Berita Terbaru

Suasana acara pembukaan Kongres Internasional I Bahasa Sasak yang digelar Majelis Adat Sasak (MAS), di Aula Gedung BPSDMD Provinsi NTB, Rabu (28/10/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Wagub NTB Tekankan Peran Keluarga dan Sekolah untuk Selamatkan Bahasa Sasak

Rabu, 28 Okt 2026 - 12:06 WIB