KNPI NTB Soroti Darurat Kamtibmas di Mataram, Desak Evaluasi Total dan Copot Kapolresta Jika Gagal

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ardiansyah.

Ardiansyah.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyoroti kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Mataram yang dinilai mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Meningkatnya berbagai kasus kriminalitas, konflik sosial, hingga peristiwa yang menimbulkan korban jiwa disebut memicu kekhawatiran publik terhadap situasi keamanan di ibu kota Provinsi NTB tersebut.

Sekretaris DPD I KNPI NTB, Ardiansyah, mengatakan situasi yang terjadi saat ini tidak hanya menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat lokal, tetapi juga mahasiswa perantau beserta keluarga mereka.

Menurutnya, banyak orang tua dari berbagai daerah di NTB yang menitipkan anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan di Kota Mataram dengan harapan memperoleh lingkungan yang aman.

“Rentetan peristiwa yang terjadi belakangan ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Rasa aman masyarakat tidak boleh diabaikan,” ujar Ardiansyah dalam keterangan persnya, di Mataram, Rabu (20/5/2026).

Ardiansyah kemudian menyinggung sejumlah peristiwa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari konflik antarwarga di wilayah Petemon dan Peresak Timur, bentrokan mahasiswa yang menyebabkan kerusakan fasilitas kos-kosan di Pagesangan Barat, hingga maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor yang disebut menyasar mahasiswa.

Baca Juga :  Perjuangan Tim Gabungan Buka Akses Jalur Pusuk–Sembalun yang Tertutup Longsor

Ia juga menyoroti kasus meninggalnya seorang mahasiswi asal Sumbawa yang ditemukan di sebuah rumah kos di kawasan Gomong.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi sinyal bahwa aspek keamanan lingkungan memerlukan perhatian dan pengawasan yang lebih serius.

KNPI NTB turut mengkritisi kinerja aparat keamanan, khususnya dalam aspek deteksi dini dan pencegahan potensi konflik di tengah masyarakat.

Ardiansyah menilai langkah antisipatif di tingkat bawah perlu diperkuat agar aparat tidak hanya hadir setelah sebuah kejadian terjadi.

“Publik berharap langkah pencegahan yang lebih efektif sehingga potensi konflik atau gangguan keamanan dapat diantisipasi lebih awal,” katanya.

Atas kondisi tersebut, KNPI NTB meminta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTB melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penanganan Kamtibmas di Kota Mataram.

Ia menegaskan bahwa evaluasi perlu dilakukan apabila terdapat indikator yang menunjukkan lemahnya pengendalian situasi keamanan.

Baca Juga :  Astaga!, Pengusaha Asal Tobelo Diadukan ke Presiden Prabowo, Ternyata Ini Masalahnya

“Jika memang ditemukan kegagalan dalam pengelolaan situasi Kamtibmas, maka perlu ada langkah tegas, termasuk evaluasi terhadap kepemimpinan,” ujarnya.

Selain kepolisian, KNPI NTB juga menyoroti peran Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram yang dinilai perlu meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan sosial, terutama kawasan yang menjadi pusat aktivitas mahasiswa dan rumah kos.

Menurut Ardiansyah, perkembangan sektor pendidikan yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah juga perlu diimbangi dengan sistem pengawasan lingkungan yang lebih baik.

Ia menilai penguatan koordinasi antarinstansi, mulai dari aparat wilayah hingga perangkat daerah terkait, perlu dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.

“Keamanan mahasiswa dan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Tidak cukup hanya mengandalkan satu pihak,” katanya.

Di akhir pernyataannya, KNPI NTB mendorong langkah konkret berupa penguatan sistem keamanan lingkungan, pemberantasan jaringan kriminalitas, serta pengawasan rumah kos agar situasi keamanan di Kota Mataram dapat kembali kondusif.(arz)

Berita Terkait

Polda NTB Ungkap 7 Kasus Penyalahgunaan BBM dalam Sepekan, 4.419 Liter Pertalite Disita
KPK Bongkar Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB, 5 Tersangka Ditahan dan Rp5,47 Miliar Disita
Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel, 50 Personel Brimob Dikerahkan, Enam Orang Jadi Korban
Rp13,2 Triliun Uang Sitaan dan Denda Masuk Kas Negara, Disaksikan Presiden Prabowo
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi, Temukan Dugaan Latihan Menembak
373 Bidang Tanah Pemda Sumbawa Barat Terancam Sengketa, FPT Desak ATR/BPN Tahan Sertifikasi
21.801 Unit Dilaporkan Selesai, Faktanya Baru 2.117: 5 Tersangka Kasus Motor Listrik BGN
Warga Sasak-Lombok Luka Berat dalam Sengketa Lahan di Kukar, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polda NTB Ungkap 7 Kasus Penyalahgunaan BBM dalam Sepekan, 4.419 Liter Pertalite Disita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:09 WIB

KPK Bongkar Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB, 5 Tersangka Ditahan dan Rp5,47 Miliar Disita

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel, 50 Personel Brimob Dikerahkan, Enam Orang Jadi Korban

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rp13,2 Triliun Uang Sitaan dan Denda Masuk Kas Negara, Disaksikan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi, Temukan Dugaan Latihan Menembak

Berita Terbaru