MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyoroti kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Mataram yang dinilai mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
Meningkatnya berbagai kasus kriminalitas, konflik sosial, hingga peristiwa yang menimbulkan korban jiwa disebut memicu kekhawatiran publik terhadap situasi keamanan di ibu kota Provinsi NTB tersebut.
Sekretaris DPD I KNPI NTB, Ardiansyah, mengatakan situasi yang terjadi saat ini tidak hanya menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat lokal, tetapi juga mahasiswa perantau beserta keluarga mereka.
Menurutnya, banyak orang tua dari berbagai daerah di NTB yang menitipkan anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan di Kota Mataram dengan harapan memperoleh lingkungan yang aman.
“Rentetan peristiwa yang terjadi belakangan ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Rasa aman masyarakat tidak boleh diabaikan,” ujar Ardiansyah dalam keterangan persnya, di Mataram, Rabu (20/5/2026).
Ardiansyah kemudian menyinggung sejumlah peristiwa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari konflik antarwarga di wilayah Petemon dan Peresak Timur, bentrokan mahasiswa yang menyebabkan kerusakan fasilitas kos-kosan di Pagesangan Barat, hingga maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor yang disebut menyasar mahasiswa.
Ia juga menyoroti kasus meninggalnya seorang mahasiswi asal Sumbawa yang ditemukan di sebuah rumah kos di kawasan Gomong.
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi sinyal bahwa aspek keamanan lingkungan memerlukan perhatian dan pengawasan yang lebih serius.
KNPI NTB turut mengkritisi kinerja aparat keamanan, khususnya dalam aspek deteksi dini dan pencegahan potensi konflik di tengah masyarakat.
Ardiansyah menilai langkah antisipatif di tingkat bawah perlu diperkuat agar aparat tidak hanya hadir setelah sebuah kejadian terjadi.
“Publik berharap langkah pencegahan yang lebih efektif sehingga potensi konflik atau gangguan keamanan dapat diantisipasi lebih awal,” katanya.
Atas kondisi tersebut, KNPI NTB meminta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTB melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penanganan Kamtibmas di Kota Mataram.
Ia menegaskan bahwa evaluasi perlu dilakukan apabila terdapat indikator yang menunjukkan lemahnya pengendalian situasi keamanan.
“Jika memang ditemukan kegagalan dalam pengelolaan situasi Kamtibmas, maka perlu ada langkah tegas, termasuk evaluasi terhadap kepemimpinan,” ujarnya.
Selain kepolisian, KNPI NTB juga menyoroti peran Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram yang dinilai perlu meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan sosial, terutama kawasan yang menjadi pusat aktivitas mahasiswa dan rumah kos.
Menurut Ardiansyah, perkembangan sektor pendidikan yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah juga perlu diimbangi dengan sistem pengawasan lingkungan yang lebih baik.
Ia menilai penguatan koordinasi antarinstansi, mulai dari aparat wilayah hingga perangkat daerah terkait, perlu dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.
“Keamanan mahasiswa dan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Tidak cukup hanya mengandalkan satu pihak,” katanya.
Di akhir pernyataannya, KNPI NTB mendorong langkah konkret berupa penguatan sistem keamanan lingkungan, pemberantasan jaringan kriminalitas, serta pengawasan rumah kos agar situasi keamanan di Kota Mataram dapat kembali kondusif.(arz)

















