Presiden Prabowo ke Prancis Saat Idul Adha 2026, Gerindra: Itu Agenda Diplomasi Negara, Bukan Perjalanan Pribadi

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Prancis.

Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Prancis.

JAKARTA, LOMBOKTODAY.ID – Partai Gerindra meminta publik tidak memolemikkan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong menegaskan, lawatan tersebut merupakan agenda diplomasi strategis negara yang telah disusun jauh hari melalui komunikasi antarnegara.

Menurut Bahtra, kunjungan Presiden Prabowo bukan perjalanan pribadi, melainkan bagian dari tugas kenegaraan yang memiliki kepentingan strategis bagi Indonesia di level internasional.

Baca Juga :  Gugatan UU APBN 2026 Masuk MK, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Sorotan

“Ini bukan perjalanan pribadi Presiden, tetapi tugas negara. Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Idul Adha,” ujar Bahtra dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Ia menilai, agenda diplomasi kepala negara tidak bisa disamakan dengan perjalanan biasa karena melibatkan kesepakatan dan penjadwalan resmi antar pemerintah.

Karena itu, Bahtra berharap publik dapat melihat kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis secara proporsional dan dalam konteks kepentingan negara.

Baca Juga :  Merumatta Coast Trail 2026, Langkah Strategis NTB Hidupkan Kembali Pariwisata Senggigi

Kunjungan tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan Prancis, termasuk dalam sektor strategis yang berkaitan dengan kerja sama antarnegara.

Di tengah sorotan publik terkait momentum keberangkatan yang bertepatan dengan Idul Adha, Gerindra menegaskan bahwa diplomasi internasional tetap menjadi prioritas penting dalam menjaga kepentingan nasional Indonesia di panggung global.(Sid)

Berita Terkait

PMN-J Kembali Demo KPK dan DPP NasDem, Desak Dugaan Fee Proyek Irigasi Libatkan Anggota DPR RI Berinisial MH Diusut Tuntas
Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera
Eksepsi ST Rogaya Ditolak PN Cikarang, Sidang Pidana Khusus Berlanjut ke Tahap Pembuktian
Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur
Fauzan Khalid Minta ASN Lombok Barat Tetap Layani Masyarakat Meski Bupati Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK
Fauzan Khalid Minta KemenPAN-RB dan BKN Selamatkan Guru Honorer yang Mengabdi Puluhan Tahun
Sidang Kasus ST. Rogaya di PN Cikarang Simpang Siur, Pengadilan Sebut Tertutup, Kejari Akhirnya Klarifikasi Terbuka
STN dan LMND Bentuk Sekretariat Bersama untuk Percepat Program Strategis Nasional Prabowo–Gibran

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:04 WIB

PMN-J Kembali Demo KPK dan DPP NasDem, Desak Dugaan Fee Proyek Irigasi Libatkan Anggota DPR RI Berinisial MH Diusut Tuntas

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:44 WIB

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:07 WIB

Eksepsi ST Rogaya Ditolak PN Cikarang, Sidang Pidana Khusus Berlanjut ke Tahap Pembuktian

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:01 WIB

Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:14 WIB

Fauzan Khalid Minta ASN Lombok Barat Tetap Layani Masyarakat Meski Bupati Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK

Berita Terbaru