Remaja 13 Tahun Hanyut di Sungai Kuripan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan saat mencari remaja 13 tahun yang hanyut di sungai Kuripan.

Tim SAR gabungan saat mencari remaja 13 tahun yang hanyut di sungai Kuripan.

LOBAR, LOMBOKTODAY.ID – Upaya pencarian terhadap remaja berusia 13 tahun, Nune Djumbuhulhaq, yang hanyut di Sungai Kuripan akhirnya membuahkan hasil.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu siang (29/4/2026), setelah sebelumnya dilaporkan hilang sehari sebelumnya.

Insiden tragis ini terjadi pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 16.20 Wita di kawasan Perumahan Griya Menang Asri, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

Peristiwa bermula saat korban bermain bola di sekitar bantaran sungai. Bola yang terjatuh ke aliran sungai mendorong korban untuk mengambilnya.

Namun nahas, ia terpeleset dan langsung terseret arus deras hingga hilang dari pandangan.

Baca Juga :  Gegerkan Warga, Kasus Penemuan Mayat di Lembar Lombok Barat Terjadi Lagi

Setelah menerima laporan, tim dari Kantor SAR Mataram segera bergerak cepat. Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya; Polsek Kuripan, Brimob Polres Lombok Barat, Koramil Kuripan, BPBD Lombok Barat dan BPBD Provinsi NTB, Damkarmat Lombok Barat dan Damkarmat Mataram, Satpol PP Lombok Barat, Tagana Dinsos Lombok Barat, POC Rescue, RAPI, dan RAKAR, Warga setempat serta unsur terkait lainnya.

Tim melakukan pencarian intensif melalui penyisiran di lokasi kejadian, menyusuri aliran sungai, hingga melakukan penyelaman. Proses ini juga dipantau langsung oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga SAR Mataram, Bustanil.

Baca Juga :  Potensi Zakat di NTB Sebesar Rp2,8 Triliun Pertahun, Tapi Segini yang Tercapai

Pada hari kedua pencarian, sekitar pukul 10.20 Wita, korban ditemukan mengambang di aliran sungai, sekitar 1 kilometer dari titik awal kejadian.

“Setelah ditemukan pada hari kedua pencarian, korban langsung dievakuasi menuju rumah duka,” ujar Koordinator Lapangan, Dewa Gede Kerta, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi arus sedang deras.(arz)

Berita Terkait

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong
Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas
IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi
Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB
TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Bupati Lombok Timur: Tanpa Dokter, Pembangunan Daerah Tak Akan Pernah Maju
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:04 WIB

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:11 WIB

Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:09 WIB

IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi

Senin, 27 Juli 2026 - 14:02 WIB

Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Berita Terbaru