LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Setelah lama terbengkalai tanpa kejelasan fungsi, Pusat Informasi Geopark Rinjani akhirnya resmi dioperasikan.
Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal didampingi Sekda Lombok Timur (Lotim), HM Juaini Taofik, pada Sabtu malam (2/5/2026).
Kehadiran pusat informasi ini menjadi titik balik bagi salah satu aset daerah yang sebelumnya sempat “terlupakan”.
Kini, bangunan tersebut resmi difungsikan sebagai pusat edukasi dan informasi geopark di kawasan Gunung Rinjani.
Sekda Lotim, HM Juaini Taofik, menegaskan bahwa gedung tersebut merupakan aset milik pemerintah daerah yang sempat mengalami ketidakjelasan pasca pembangunan.
“Bangunan ini dulu bahkan sempat direncanakan untuk diratakan karena belum jelas manfaatnya. Sekarang, kita patut bersyukur karena sudah bisa dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Transformasi Pusat Informasi Geopark Rinjani tak lepas dari proses panjang dan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan pengakuan internasional terhadap Geopark Rinjani.
Sekda Juaini juga memberikan apresiasi terhadap peran Gubernur NTB dalam mendorong pengakuan tersebut.
Ia optimistis, di bawah kepemimpinan General Manager baru, Qwadru Putro Wicaksono, kawasan geopark akan berkembang lebih progresif.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Lombok Timur menyoroti strategi pengembangan pariwisata berbasis konsep 3A, yakni Aksesibilitas, Amenitas, Atraksi.
Dari ketiga aspek tersebut, atraksi dinilai masih menjadi tantangan terbesar.
“Ke depan, kita dorong lebih banyak atraksi wisata, khususnya di kawasan Sembalun dan desa wisata lainnya, agar berdampak langsung pada peningkatan PAD,” jelas Sekda Juaini.
Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengapresiasi rampungnya pembangunan pusat informasi ini, yang juga menjadi bagian dari jejak sejarah pascagempa 2018 di Lombok.
Ia mengakui proyek tersebut sempat terhenti, namun berhasil dilanjutkan berkat kolaborasi tim Geopark Rinjani.
Kabar baik lainnya, Geopark Rinjani kembali meraih status “Green Card” dari UNESCO, yang diputuskan dalam sidang revalidasi internasional di Paris, Prancis.
Status ini memastikan Geopark Rinjani tetap menjadi bagian dari jaringan geopark dunia.
Peresmian Pusat Informasi Geopark Rinjani menjadi langkah strategis untuk memperkuat pariwisata berbasis edukasi dan keberlanjutan di Lombok Timur.
Dengan pengelolaan yang lebih jelas dan arah pengembangan yang terstruktur, kawasan ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan ekonomi lokal.(Kml)

















