Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menggendong bayi penderita Hidrosefalus di Kabupaten Lombok Tengah, Senin (27/7/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menggendong bayi penderita Hidrosefalus di Kabupaten Lombok Tengah, Senin (27/7/2026).

LOTENG, LOMBOKTODAY.ID – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menunjukkan perhatian serius terhadap meningkatnya kasus hidrosefalus di wilayah Peovinsi NTB.

Dalam kunjungan kerja ke Dusun Kreak, Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, pada Senin (27/7/2026), Gubernur Iqbal meninjau langsung kondisi dua pasien hidrosefalus sekaligus memastikan Program Desa Berdaya berjalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan di NTB tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan ekonomi warga.

Dalam agenda itu, Gubernur Iqbal didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Direktur RSUP Provinsi NTB, Kepala Dinas PUPRPKP Provinsi NTB, jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Baznas, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah rumah Ahmad Yani, pria berusia lebih dari 40 tahun yang telah menderita hidrosefalus sejak kecil.

Kondisi tersebut membuatnya tidak pernah mengenyam pendidikan formal dan hingga kini hanya mampu berbaring karena tidak dapat berdiri maupun berjalan.

Di hadapan keluarga pasien, Gubernur Iqbal mendengarkan langsung berbagai persoalan yang dihadapi sekaligus memastikan langkah-langkah yang dapat dilakukan pemerintah agar Ahmad Yani memperoleh pendampingan kesehatan secara berkelanjutan.

Suasana haru menyelimuti pertemuan itu. Ayah Ahmad Yani, Safi’i, mengaku tidak pernah menyangka rumahnya akan didatangi seorang gubernur.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah datang langsung melihat kondisi anak kami. Ini merupakan pertama kalinya seorang gubernur berkunjung ke rumah kami. Semoga perhatian ini menjadi jalan agar Ahmad Yani mendapatkan penanganan yang lebih baik,” ujarnya.

Kunjungan kemudian berlanjut ke rumah Nadira Oktavany Putri, bayi berusia delapan bulan yang juga menjalani pengobatan akibat hidrosefalus.

Setelah menjalani operasi di RSUP Provinsi NTB, kondisi Nadira terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini ia masih menjalani kontrol medis rutin sebanyak dua kali setiap pekan.

Baca Juga :  Kripik Plecing, Bukti Konsistensi Astra dalam Keberlanjutan Sosial

Sambil menggendong Nadira, Gubernur Iqbal memberikan semangat kepada keluarga agar terus menjaga pola makan dan asupan gizi selama proses pemulihan.

“Alhamdulillah, kondisi Nadira sudah jauh lebih baik. Kepalanya tidak lagi membesar seperti sebelumnya. Tetap dijaga makanannya, harus bergizi. Tetap sehat, tetap semangat, dan tetap senyum,” pesan Gubernur Iqbal.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal mengungkapkan bahwa meningkatnya temuan kasus hidrosefalus dalam sekitar satu tahun terakhir menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi NTB.

Berdasarkan data yang diterima pemerintah, sedikitnya 15 kasus hidrosefalus ditemukan di sejumlah daerah, termasuk kawasan Lombok bagian selatan.

Menurutnya, fenomena tersebut tidak boleh dipandang sebagai kasus yang berdiri sendiri. Pemerintah akan menggandeng para ahli bersama Dinas Kesehatan untuk melakukan kajian ilmiah secara menyeluruh guna mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu munculnya kasus hidrosefalus.

Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan strategi pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan yang lebih efektif.

“Ini menjadi atensi khusus kami. Kami akan berkoordinasi dengan para ahli dan Dinas Kesehatan untuk melakukan kajian secara menyeluruh sehingga kita mengetahui penyebabnya dan dapat menyusun langkah penanganan yang tepat,” tegas Gubernur Iqbal.

Direktur RSUP Provinsi NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes., menjelaskan bahwa kondisi Ahmad Yani merupakan kasus yang telah berlangsung lebih dari empat dekade, ketika layanan bedah saraf di NTB masih sangat terbatas.

Karena penyakit telah berlangsung sangat lama, tindakan operasi kini memiliki risiko tinggi dan tidak memberikan peluang besar untuk mengembalikan fungsi tubuh pasien.

“Untuk kasus yang telah berlangsung puluhan tahun, tindakan operasi memiliki risiko yang sangat tinggi dan tidak banyak mengembalikan fungsi tubuh. Karena itu, penanganan difokuskan pada perawatan suportif atau palliative care untuk menjaga kualitas kesehatan dan kenyamanan hidup pasien,” jelasnya.

Baca Juga :  Bank NTB Syariah Gandeng GOW Kota Mataram, Apresiasi Perempuan melalui Aksi Sosial di Momentum Hari Kartini 2026

RSUP NTB, lanjut Asrul, akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah bersama puskesmas setempat agar tim medis dapat melakukan pemantauan kesehatan secara rutin melalui kunjungan ke rumah pasien.

Ia juga menegaskan bahwa RSUP NTB kini telah memiliki dokter spesialis bedah saraf beserta fasilitas yang memadai untuk menangani kasus hidrosefalus.

Karena itu, deteksi dini sejak bayi lahir menjadi kunci utama agar tindakan medis dapat dilakukan lebih cepat sehingga peluang kesembuhan dan tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal.

Selain memantau pelayanan kesehatan, Gubernur Iqbal juga meninjau implementasi Program Desa Berdaya di Desa Pandan Indah.

Kepala Desa Pandan Indah, Maksum, S.Pd.I, menjelaskan bahwa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Berdaya dari Pemerintah Provinsi NTB telah direalisasikan untuk mendukung pengembangan usaha peternakan masyarakat.

Program tersebut meliputi penggemukan 10 ekor sapi serta budidaya 525 ekor ayam petelur yang akan dikelola kelompok masyarakat dengan pendampingan pemerintah desa.

“BKK Desa Berdaya sudah kami cairkan. Saat ini kandang sedang dibangun dan nantinya dikelola oleh masyarakat dengan pendampingan pemerintah desa. Kami berharap program ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.

Maksum juga berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus memperkuat pendampingan desa, termasuk membantu penyediaan infrastruktur dasar seperti akses air bersih dan peningkatan kualitas jalan lingkungan.

Kunjungan kerja Gubernur Iqbal di Desa Pandan Indah menjadi gambaran pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui langkah tersebut, Pemprov NTB ingin memastikan bahwa peningkatan kualitas hidup warga berjalan seiring dengan penguatan kemandirian desa demi mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di seluruh NTB.(arz)

Berita Terkait

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong
Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas
IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi
TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Bupati Lombok Timur: Tanpa Dokter, Pembangunan Daerah Tak Akan Pernah Maju
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana
Gubernur Iqbal Tekankan Good Governance di PUPRPKP NTB, Minta Setiap Rupiah APBD Digunakan untuk Kepentingan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:04 WIB

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:11 WIB

Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas

Senin, 27 Juli 2026 - 14:02 WIB

Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:09 WIB

Bupati Lombok Timur: Tanpa Dokter, Pembangunan Daerah Tak Akan Pernah Maju

Berita Terbaru