Algoritma dalam Ucapan: Bagaimana Media Sosial Mengonstruksi Pola Pikir dan Bahasa

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

M. Salman Mahdi.

M. Salman Mahdi.

Oleh: M. Salman Mahdi │

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, UNW Mataram
Tugas Akhir Mata Kuliah Psycholinguistics
Dosen Pengampu Mata Kuliah: M. Rajabul Gufron, S.Pd., M.A

PERNAHKAH kamu merasa kalau istilah yang kita pakai sehari-hari sekarang jadi makin seragam? Atau kenapa kita jadi lebih gampang marah kalau melihat postingan yang beda pendapat? Itu bukan kebetulan. Itu adalah cara algoritma media sosial bekerja “menyetir” otak dan cara bicara kita.

Sekarang, kita sering pakai kata-kata yang lagi trending supaya dianggap kekinian atau supaya konten kita masuk FYP. Selain itu, ada fenomena lucu tapi aneh yang namanya Algospeak.Contohnya, orang pakai kata “m-e-n-i-n-g-g-o-y” atau simbol-simbol aneh untuk mengganti kata “mati” hanya supaya tidak dihapus oleh sistem. Lama-lama, cara kita bicara tidak lagi alami, tapi diatur oleh apa yang disukai oleh mesin.

Baca Juga :  Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan

Algoritma itu ibarat pelayan yang sangat pintar. Kalau kamu suka kucing, dia akan kasih video kucing terus. Kalau kamu suka politik A, dia akan kasih berita bagus tentang A terus.Masalahnya, kita jadi hidup dalam “tempurung”. Kita jadi mikir kalau pendapat kita adalah yang paling benar sejagat raya karena semua yang lewat di HP kita isinya sama. Akhirnya, pola pikir kita jadi kaku dan susah menerima kalau ada orang yang beda pendapat.

Karena terbiasa nonton video pendek 15 detik, otak kita jadi malas diajak mikir yang berat-berat. Kita jadi ingin penjelasan yang singkat dan cepat. Kalau ada masalah rumit, kita maunya solusi yang instan. Hal ini bikin kita jadi gampang menghakimi orang lain tanpa tahu cerita lengkapnya.

Baca Juga :  Usulkan Balai Pelestarian Budaya NTB dan Kampus Seni, Lalu Muhamad Iqbal Temui Fadli Zon

Kesimpulannya, media sosial telah menjadi arsitek baru yang membentuk identitas bahasa dan cara pandang kita terhadap dunia. Meskipun mempermudah komunikasi, ketergantungan pada algoritma berisiko membuat kita kehilangan kemampuan berpikir kritis dan empati terhadap orang lain. Oleh karena itu, kita perlu lebih sadar dan bijak dalam menggunakan teknologi agar pikiran dan cara bicara kita tetap murni milik kita sendiri, bukan sekadar mengikuti kemauan kode komputer.(*)

Berita Terkait

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur
Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur
Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan
Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan
Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa
Empat Tim Mahasiswa NTB Lolos Seleksi Regional Astra Honda SFL 2026, Siap Bersaing di Tahap Berikutnya
SMP 1 Masbagik Juara GSI 2026, Siap Wakili Kabupaten Lotim di Tingkat Provinsi NTB
Ironi Kampus: Ketika Ruang Kritik Tidak Lagi Memberi Ruang Bicara

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:07 WIB

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:01 WIB

Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:03 WIB

Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:07 WIB

Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa

Berita Terbaru