MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Mesin motor mendadak terasa lebih berisik, tarikan berat, dan performa menurun? Jangan buru-buru menyalahkan usia kendaraan. Bisa jadi, masalahnya ada pada oli yang digunakan. Di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), peredaran oli palsu masih menjadi ancaman serius bagi para pengendara.
Melihat kondisi tersebut, Astra Motor NTB mengingatkan pentingnya memastikan keaslian oli sebelum dituangkan ke mesin, khususnya bagi pengguna sepeda motor Honda. Edukasi ini menjadi semakin relevan di tengah maraknya produk tiruan dengan harga menggiurkan namun berisiko tinggi.
Sparepart Manager Astra Motor NTB, Nyoman Purnama Jaya, menegaskan bahwa pemilihan oli bukan sekadar rutinitas servis, melainkan investasi jangka panjang bagi performa mesin. “Semeton Honda, masih ragu oli yang kamu pakai asli atau tidak? Jangan sampai salah pilih, karena oli palsu bisa bikin mesin cepat aus dan performa menurun,” tegasnya.
Menurut Purnama, penggunaan oli resmi seperti AHM Oil menjadi langkah paling aman untuk menjaga mesin tetap optimal. Oli asli diproduksi dengan standar kualitas yang disesuaikan dengan spesifikasi mesin Honda, sehingga mampu memberikan pelumasan maksimal sekaligus menjaga suhu mesin tetap stabil.
Sebaliknya, oli palsu sering kali tidak memenuhi standar viskositas dan ketahanan panas yang dibutuhkan. Dampaknya? Gesekan meningkat, komponen lebih cepat aus, dan risiko kerusakan mesin pun membesar.
Di era digital seperti sekarang, memastikan keaslian produk tak lagi rumit. Konsumen cukup memindai QR Code yang tertera pada kemasan oli menggunakan aplikasi resmi MotorkuX. “Scan QR Code langsung via aplikasi Motorku X untuk memastikan oli tersebut original. Dengan cara ini, konsumen bisa lebih tenang karena produk terjamin keasliannya,” jelas Purnama.
Langkah ini dinilai praktis dan relevan bagi generasi saat ini yang akrab dengan teknologi serba cepat dan transparan. Tak hanya soal produk, Astra Motor NTB juga mengimbau penggantian oli dilakukan di AHASS atau bengkel resmi Honda. Di sana, mekanik tersertifikasi dan prosedur standar pelayanan memastikan kualitas servis tetap terjaga.
Perawatan sederhana seperti ganti oli rutin terbukti menjaga mesin tetap halus, irit, dan nyaman digunakan untuk mobilitas harian. Biaya servis berkala pun jauh lebih hemat dibandingkan ongkos perbaikan akibat kerusakan mesin karena oli palsu.
“Pastikan selalu lakukan penggantian oli di AHASS agar kualitas servis terjamin. Jangan tergiur harga murah tanpa memastikan keaslian produk,” tegasnya.
Di tengah meningkatnya peredaran produk tidak resmi, edukasi konsumen menjadi langkah strategis untuk mencegah kerusakan dini pada kendaraan. Astra Motor NTB berharap masyarakat semakin cermat dalam memilih pelumas serta memanfaatkan fasilitas resmi yang tersedia.
Dengan langkah sederhana—menggunakan AHM Oil, memindai QR Code, dan rutin servis di AHASS—pengendara dapat menjaga performa motor tetap prima, aman, dan siap menemani aktivitas tanpa drama di jalan.(amn)

















