Polres Lobar Ungkap Motif dan Tersangka Kasus Kematian Brigadir Esco

- Jurnalis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana konferensi pers kasus Brigadir Esco di Mapolres Lobar.

Suasana konferensi pers kasus Brigadir Esco di Mapolres Lobar.

LOBAR, LOMBOKTODAY.ID – Polres Lombok Barat (Lobar) menggelar konferensi pers terkait kasus kematian tragis Brigadir Esco Fasca Rely. Dalam konferensi yang berlangsung pada Kamis (16/10/2025), pihak Polres Lobar menghadirkan lima orang tersangka, termasuk sang istri, Brigadir Rizka Sintiyani, serta empat tersangka baru berinisial SA, DR, PA, dan NU.

Wakapolres Lobar, Kompol I Kadek Metria, S.Sos., S.H., M.H., menjelaskan, bahwa motif pembunuhan diduga berawal dari konflik ekonomi dalam rumah tangga yang memicu kekerasan fisik. ‘’Diduga dipicu oleh perselisihan dalam persoalan ekonomi antara pelaku dan korban yang berujung kekerasan, sehingga korban mengalami luka serius dan meninggal dunia,’’ jelas Kompol Kadek Metria.

Baca Juga :  Melahirkan di Puskesmas, Seorang Siswi Diamankan Polres Loteng

Menurut keterangan pihak kepolisian, Rizka dan Esco sempat terlibat cekcok sebelum pertikaian fisik terjadi. Meski motif awal telah diungkap, penyidik masih mendalami kronologi lengkap dari pertengkaran yang berujung maut tersebut.

Dalam konferensi pers tersebut, pihak Polres Lobar juga memamerkan sejumlah barang bukti (BB) yang telah disita. Barang-barang tersebut meliputi pakaian korban dan pelaku (kaos, celana jeans, kemeja taktikal), dua unit telepon genggam, sepasang sepatu, satu unit sepeda motor Honda Scoopy, serta senjata tajam berupa gunting yang diduga digunakan dalam penganiayaan.

Empat tersangka tambahan, yakni SA, DR, PA, dan NU, dituduh turut membantu Rizka Sintiyani dalam menyembunyikan kejahatan pembunuhan tersebut. ‘’Mereka turut serta melakukan kejahatan dan dengan sengaja membantu RS (Rizka Sintiyani), serta menyembunyikan orang yang telah melakukan tindak pidana,’’ kata Kompol Kadek Metria.

Baca Juga :  Pemprov NTB Atasi Persoalan Sampah dengan Perluasan Landfill dan Waste to Energy

Keempat tersangka baru telah ditetapkan sebagai tahanan dan akan menjalani proses hukum di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Lobar. Para tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana junto Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan biasa. Ancaman hukuman yang menanti mereka berkisar dari pidana penjara 15 tahun hingga hukuman mati.(ham)

Berita Terkait

Polda NTB Ungkap 7 Kasus Penyalahgunaan BBM dalam Sepekan, 4.419 Liter Pertalite Disita
KPK Bongkar Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB, 5 Tersangka Ditahan dan Rp5,47 Miliar Disita
Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel, 50 Personel Brimob Dikerahkan, Enam Orang Jadi Korban
Rp13,2 Triliun Uang Sitaan dan Denda Masuk Kas Negara, Disaksikan Presiden Prabowo
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi, Temukan Dugaan Latihan Menembak
373 Bidang Tanah Pemda Sumbawa Barat Terancam Sengketa, FPT Desak ATR/BPN Tahan Sertifikasi
21.801 Unit Dilaporkan Selesai, Faktanya Baru 2.117: 5 Tersangka Kasus Motor Listrik BGN
Warga Sasak-Lombok Luka Berat dalam Sengketa Lahan di Kukar, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polda NTB Ungkap 7 Kasus Penyalahgunaan BBM dalam Sepekan, 4.419 Liter Pertalite Disita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:09 WIB

KPK Bongkar Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB, 5 Tersangka Ditahan dan Rp5,47 Miliar Disita

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel, 50 Personel Brimob Dikerahkan, Enam Orang Jadi Korban

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rp13,2 Triliun Uang Sitaan dan Denda Masuk Kas Negara, Disaksikan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi, Temukan Dugaan Latihan Menembak

Berita Terbaru