Banjir Hantui Warga Desa Perampuan, 222 KK Terdampak

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah warga di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Lobar, yang terdampak banjir.

Kondisi rumah warga di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Lobar, yang terdampak banjir.

LOBAR, LOMBOKTODAY.ID — Sebanyak 222 kepala keluarga (KK) di Dusun Kerepet, dan Dusun Bayan Pengsong, Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), dilaporkan terdampak banjir akibat luapan sungai yang terjadi pada Senin (1/12/2025). Meski air telah menggenangi rumah hingga setinggi lutut orang dewasa, warga masih memilih bertahan dan belum mengungsi.

Kepala Desa Perampuan, HM Zubaidi mengonfirmasikan bahwa banjir dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, yang menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. “Laporan sementara dari Kepala Dusun menyebutkan ada 222 KK yang menjadi korban banjir. Tidak ada korban jiwa, dan kami masih melakukan pendataan,” ucap Zubaidi, saat dikonfirmasi Lomboktoday.id, Senin (1/12/2025).

Baca Juga :  Tanam Komitmen Tinggi, Astra Motor NTB Edukasi Berkendara Aman untuk Siswa Sekolah Binaan di Sumbawa

Zubaidi menjelaskan, bahwa Desa Perampuan memang tergolong wilayah rawan banjir. Selain curah hujan tinggi, kiriman air dari wilayah timur turut memperparah kondisi sungai yang tak mampu menampung volume air. “Debit sungai naik karena kiriman air dari timur. Sungai meluap dan menggenangi rumah warga,” jelasnya.

Zubaidi juga menyoroti faktor lain yang memperburuk banjir, yakni pembangunan perumahan yang tidak teratur dan mengganggu aliran sungai. “Pembangunan perumahan menjadi penyebab kedua. Setelah perumahan dibangun, aliran sungai jadi tidak jelas kemana arahnya,” tegas Zubaidi.

Baca Juga :  Bupati Lotim Terima Paspor Perdana dari Kantor Imigrasi Baru

Meski banjir belum surut, warga masih bertahan di rumah masing-masing. Pemerintah Desa Perampuan terus melakukan pendekatan agar warga bersedia mengungsi ke rumah sanak keluarga yang tidak terdampak.

Zubaidi menambahkan, jika hujan tidak turun lagi, genangan air diperkirakan akan surut dalam tiga hingga empat hari ke depan. Namun jika hujan kembali mengguyur, maka jumlah warga terdampak bisa bertambah.

Pemerintah Desa Perampuan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat untuk penanganan lebih lanjut.(ham)

Berita Terkait

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong
Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas
IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi
Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB
TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Bupati Lombok Timur: Tanpa Dokter, Pembangunan Daerah Tak Akan Pernah Maju
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:04 WIB

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:11 WIB

Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:09 WIB

IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi

Senin, 27 Juli 2026 - 14:02 WIB

Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Berita Terbaru