MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Semangat perubahan dan konsolidasi gerakan mahasiswa menguat dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (LMND NTB) yang resmi digelar dengan mengusung tema besar “Transformasi Kepemimpinan Mahasiswa Menuju Organisasi yang Revolusioner Progresif”.
Forum strategis tingkat wilayah ini tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga momentum refleksi, konsolidasi ideologis, serta perumusan arah gerakan mahasiswa ke depan. Konferwil dirangkaikan dengan dialog publik bertajuk “Pajak Kekayaan untuk Pendidikan Gratis” yang menjadi magnet utama diskusi.
Ketua Eksekutif Wilayah LMND NTB dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja maksimal menyukseskan agenda tersebut. Ia menegaskan, konferensi ini bukan sekadar forum formal, melainkan ruang strategis untuk memperkuat fondasi ideologi dan soliditas kader.
Menurutnya, kampanye pajak kekayaan untuk pendidikan gratis merupakan bagian dari agenda nasional LMND. “Pajak kekayaan adalah instrumen fundamental untuk memastikan distribusi anggaran negara lebih adil, terutama dalam menjamin akses pendidikan bagi seluruh rakyat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader LMND se-NTB menjaga disiplin organisasi selama konferensi berlangsung. Harapannya, forum ini mampu melahirkan resolusi strategis, rekomendasi taktis, serta arah gerakan progresif yang berdampak nyata bagi organisasi dan pembangunan daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Pengurus Eksekutif Nasional LMND yang diwakili Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM, Juwaedin. Ia menekankan pentingnya membangun struktur organisasi yang tertib mekanisme, solid secara kaderisasi, dan konsisten menjalankan program ideologi politik organisasi.
Konferwil, menurutnya, harus menjadi ruang evaluasi sekaligus transformasi kepemimpinan agar organisasi tetap relevan menghadapi dinamika sosial-politik yang terus berkembang.
Konferwil ini secara resmi dibuka oleh Gubernur NTB yang diwakili Kepala Bakesbangpoldagri NTB, H. Surya Bahari. Ia menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan mandat langsung dari gubernur untuk membuka agenda tersebut.
Dalam sambutannya, ia menilai tema transformasi kepemimpinan revolusioner progresif sangat kontekstual dengan tantangan zaman. Generasi muda, khususnya mahasiswa, dituntut tidak hanya kritis, tetapi juga adaptif dan berbasis solusi.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Kritik harus dibangun di atas analisis ilmiah, data yang kuat, dan visi keadilan sosial,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dialog publik mengenai pajak kekayaan untuk pendidikan gratis sebagai wacana strategis dalam mendorong pemerataan akses pendidikan dan memperkuat keadilan sosial.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan konferensi ini sebagai ruang konsolidasi gerakan sekaligus kawah candradimuka kepemimpinan masa depan sebelum secara resmi membuka acara.
Konferwil LMND NTB diharapkan menjadi titik tolak baru dalam memperkuat arah perjuangan organisasi mahasiswa di NTB.
Lebih dari sekadar forum organisasi, agenda ini menegaskan kembali posisi mahasiswa sebagai kekuatan intelektual dan moral yang berperan aktif mendorong perubahan sosial yang progresif, inklusif, dan berkeadilan.
Di tengah dinamika global dan tantangan pembangunan daerah, transformasi kepemimpinan bukan lagi pilihan—melainkan kebutuhan.(eef)

















