MATARAM, LOMBOKTODAY.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) memasuki babak baru pengembangan syiar Al-Qur’an.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, melantik Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan Dewan Pengelola Islamic Center NTB periode 2026–2031, di Ballroom Bank NTB Syariah, Sabtu (14/2/2026).
Pelantikan ini merujuk pada Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.172 Tahun 2026 tentang Pengurus LPTQ serta Keputusan Nomor 100.3.3.173 Tahun 2026 tentang Dewan Pengelola Islamic Center.
Dalam pidatonya, Gubernur Iqbal menegaskan, dua lembaga tersebut tidak boleh eksklusif, melainkan harus menjadi ruang kolaborasi seluruh masyarakat NTB.
Ia menyebut komposisi kepengurusan telah melalui proses konsultasi panjang dengan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan agar benar-benar merepresentasikan keberagaman umat. “LPTQ dan Islamic Center harus jadi milik bersama. Semua golongan merasa terwakili di dalamnya,” ujar Gubernur Iqbal.
Gubernur Iqbal juga menyampaikan kegelisahannya atas menurunnya dominasi NTB di dunia tilawah. Padahal, dahulu NTB dikenal sebagai salah satu lumbung qori terbaik Indonesia. Kini targetnya lebih tinggi, bukan sekadar juara nasional, tapi kembali diperhitungkan di level internasional.
Menurutnya, pembinaan tilawah harus lebih luas, tidak hanya qori dan qoriah, tetapi juga seni kaligrafi klasik (khat), kaligrafi kontemporer, seni visual Islam modern.
Ia mencontohkan di luar negeri, karya kaligrafi dihargai sebagai karya seni bernilai tinggi, bukan hanya ornamen religius.
Selain prestasi tilawah, Gubernur Iqbal juga menyoroti pentingnya revitalisasi Islamic Center NTB agar lebih hidup dan produktif.
Ia mengusulkan adanya divisi amal usaha dan pengembangan ekonomi umat agar pusat keislaman tidak hanya berfungsi spiritual, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat. “Prestasi apa pun harus kita hargai. Pembinaan harus lebih terstruktur agar NTB kembali diperhitungkan,” tegasnya.
Pelantikan dihadiri pimpinan daerah, Forkopimda, tokoh agama, pimpinan organisasi, serta masyarakat. Acara ditutup dengan doa dan foto bersama seluruh pengurus baru.
Pemprov NTB berharap kepengurusan 2026–2031 membawa energi baru, bukan hanya mencetak juara tilawah, tetapi menjadikan Islamic Center sebagai pusat peradaban umat modern di NTB, religius, kreatif, dan berdaya secara ekonomi.(Sid)

















