Sandiwara Radio Bangkit, Tradisi Peresean Jadi Cerita Utama

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 07:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Tradisi peresean khas masyarakat Sasak kini merambah medium baru.

Warisan budaya yang selama ini identik dengan arena pertarungan rotan tersebut diangkat menjadi serial sandiwara radio bertajuk “Napas Peresean dalam Sandiwara Radio”.

Program ini dikemas dalam bentuk drama audio berseri yang menampilkan kisah kehidupan para pepadu—tokoh sentral dalam tradisi peresean yang sarat nilai keberanian, kehormatan, dan persaudaraan.

Produksi ini turut melibatkan penyiar senior, pemain sandiwara radio, serta kreator konten berpengalaman di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Program ini menghadirkan kisah dramatik tentang dunia para pepadu, para petarung dalam tradisi peresean yang dikenal sebagai simbol keberanian, kehormatan, dan persaudaraan.

Melalui pendekatan sandiwara radio, tradisi tersebut dihadirkan kembali dalam bentuk cerita yang menyoroti sisi kemanusiaan para pelakunya,” ungkap M. Sukri ‘Ray Aruman’ selaku inisiator sekaligus produser audio dramania Napas Peresean dalam Sandiwara Radio.

Sukri menegaskan, penggarapan program ini dilakukan melalui proses riset panjang. Tim kecil dibentuk untuk melakukan kajian pustaka, mengumpulkan cerita lama, hingga mewawancarai sejumlah pihak yang memahami perjalanan para pepadu.

“Sebagai produser, saya membentuk tim kecil yang melakukan kajian pustaka, mengumpulkan cerita-cerita lama, dan melakukan berbagai wawancara dengan pihak-pihak yang mengetahui perjalanan hidup para pepadu,” jelasnya.

Dalam pengembangan cerita, Sukri menggandeng jurnalis senior NTB Buyung Sutan Muhlis yang dipercaya menulis naskah. Naskah sandiwara radio tersebut kini telah rampung dan siap diproduksi.

”Alhamdulillah, naskah sandiwara sudah tuntas beliau tulis dan siap produksi,” ujarnya.

Libatkan Tim Kreatif Berpengalaman

Produksi drama audio ini diperkuat oleh tim kreatif lintas generasi. Dedi Suhadi didapuk sebagai sutradara.

Baca Juga :  Antisipasi Tindak Kejahatan, Pelaku Pariwisata dan Masyarakat Suranadi Pasang PJU

Ia dikenal sebagai praktisi media yang berpengalaman dalam produksi program siaran, dengan kemampuan membangun ritme dramatik dan mengarahkan aktor suara secara kuat.

Di posisi narator, hadir Esdarita, penyiar senior yang pernah berkiprah di RRI Mataram.

Sosoknya dikenal sebagai salah satu suara ikonik radio di NTB, dengan karakter vokal yang kuat dan pengalaman panjang dalam membangun kedekatan emosional dengan pendengar.

Sementara itu, aspek teknis produksi seperti desain audio, musik, dan montage ditangani oleh Zamy Sangga Firdaus, kreator audio visual muda yang dikenal adaptif terhadap perkembangan konten digital dan piawai meramu atmosfer dramatik melalui suara.

Kolaborasi ini juga akan melibatkan penyiar legendaris serta pemain sandiwara radio yang pernah berjaya di era radio. Langkah ini dinilai sebagai upaya menghidupkan kembali kejayaan sandiwara radio sekaligus menjaga kualitas artistik produksi.

“Dengan menghadirkan kembali para aktor suara berpengalaman, saya berharap drama radio ini memiliki kualitas artistik yang kuat sekaligus menghadirkan nostalgia bagi generasi yang pernah hidup bersama kejayaan radio,” tandasnya.

Untuk menjaring talenta, tim produksi menggandeng komunitas veteran penyiar seperti Tenda Siar NTB dan Komunitas Penyiar Radio Kita. Proses audisi tengah disiapkan 5untuk mendapatkan pengisi suara terbaik

“Insyaallah proses audisi pengisi suara akan menghasilkan talent terbaik,” sebutnya.

Angkat Sisi Humanis Kehidupan Pepadu

Serial Napas Peresean direncanakan hadir dalam tujuh episode. Cerita berfokus pada perjalanan seorang anak yang tumbuh di lingkungan peresean, belajar tentang keberanian, luka, persahabatan, hingga makna kehormatan.

Baca Juga :  Jelang JuniorGP, Dua Anak Binaan Astra Honda Siap Taklukan Kebanggaan Portugal

Produksi ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada publik luas melalui medium audio yang imajinatif.

“Saya membayangkan bagaimana kisah-kisah heroik para pepadu Peresean dapat dihidupkan kembali melalui medium audio,” ulas Sukri.

Ia menambahkan, radio memiliki kekuatan membangun imajinasi, sebagaimana era kejayaan sandiwara radio pada dekade 1980–1990-an.

“Kita ingin menghadirkan kembali pengalaman itu, tetapi dengan cerita dari Lombok, dengan napas budaya Sasak yang kuat. Sebuah drama yang bukan hanya menghadirkan pertarungan, tetapi juga ymenampilkan perjalanan hidup, persahabatan, rivalitas, dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Peresean,” tandasnya.

Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana dan LPDP. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk ruang bagi inisiatif kreatif dalam merawat warisan budaya.

“Dukungan ini menjadi bukti bahwa negara memberi ruang bagi inisiatif kreatif masyarakat dalam merawat warisan budaya. Bagi saya pribadi, dukungan ini bukan sekadar bantuan program.

Ini adalah kepercayaan bahwa cerita-cerita dari Lombok layak untuk diangkat dan dibagikan kepada publik yang lebih luas,” imbuhnya.

Tentang Program

Judul: Napas Presean dalam Sandiwara Radio
Jumlah Episode: 7 Episode

Produser: M. Sukri AR

Penulis Naskah dan Ide Cerita: Buyung Sutan Muhlis

Pembawa Cerita/Narator: Esdarita

Teknik dan Montage: Zami Sangga Firdaus

Sutradara : Dedi Suhadi
Didukung oleh: Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiana.(Sid)

Berita Terkait

Alunan Budaya Desa Pringgasela 2026 Resmi Dibuka, Wabup Lotim Tegaskan Dukungan untuk Pelestarian Budaya dan Kebersamaan
Honda Vario 160 Buktikan Kenyamanan Saat Touring Sembalun hingga Menaklukkan Sirkuit Mandalika
Touring ke Destinasi Wisata Lombok? Jangan Abaikan Kondisi Tubuh demi Perjalanan Aman
Libur Sekolah 2026, Warga Bale Lumbung Residence 1 Gelar Camping Keluarga di Sembalun, Peserta Tembus 96 Orang
Bupati Lotim Minta Seluruh Camat Tiru Pringgabaya, Car Free Night Dinilai Dongkrak Ekonomi Warga
Gubernur NTB Syukuri Tambahan 6 Penerbangan Singapura-Lombok, Wisman Diprediksi Meningkat
Pesan Tegas Bupati Iron Saat Melepas Peserta Pawai Ta’aruf MTQ XXXI NTB 2026: Jaga Nama Baik Lotim
Fauzan Khalid: Tahun Baru Islam 1448 H Momentum Memperbaiki Diri dan Peduli Sesama

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:01 WIB

Alunan Budaya Desa Pringgasela 2026 Resmi Dibuka, Wabup Lotim Tegaskan Dukungan untuk Pelestarian Budaya dan Kebersamaan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:07 WIB

Honda Vario 160 Buktikan Kenyamanan Saat Touring Sembalun hingga Menaklukkan Sirkuit Mandalika

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:03 WIB

Touring ke Destinasi Wisata Lombok? Jangan Abaikan Kondisi Tubuh demi Perjalanan Aman

Senin, 22 Juni 2026 - 08:03 WIB

Libur Sekolah 2026, Warga Bale Lumbung Residence 1 Gelar Camping Keluarga di Sembalun, Peserta Tembus 96 Orang

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:04 WIB

Bupati Lotim Minta Seluruh Camat Tiru Pringgabaya, Car Free Night Dinilai Dongkrak Ekonomi Warga

Berita Terbaru