Interaksi ABK dan Non ABK di SPS Cikal Aisyiyah Karangampel Jadi Sorotan Penelitian

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana interaksi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan siswa non ABK di SPS Cikal Aisyiyah Karangampel, Indramayu.

Suasana interaksi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan siswa non ABK di SPS Cikal Aisyiyah Karangampel, Indramayu.

Penulis: Kristina Wulandari |
Afiliasi: Program Studi Magister Peradagogi, Universitas Muhammadiyah Malang

KARANGAMPEL, LOMBOKTODAY.ID – Pola interaksi sosial antara Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan siswa non ABK di lingkungan sekolah inklusi menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan.

Interaksi sosial dinilai sebagai salah satu indikator utama keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolah umum.

Hal tersebut menjadi fokus penelitian yang tengah dilakukan di SPS Cikal Aisyiyah Karangampel, Indramayu, sebagai salah satu sekolah umum yang juga melayani peserta didik berkebutuhan khusus.

Kajian ini bertujuan memetakan dinamika hubungan sosial antara ABK dan siswa non ABK dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.

Peneliti menjelaskan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik yang dinamis, baik antarindividu maupun antara individu dengan kelompok.

Dalam konteks pendidikan inklusi, interaksi ini menjadi sarana penting dalam mendukung perkembangan sosial, emosional, hingga akademik seluruh siswa.

Baca Juga :  Pendidikan Kunci Utama, Gubernur NTB Dorong Siswa Lanjut Kuliah

“Bagi ABK, interaksi dengan teman sebaya non ABK dapat meningkatkan keterampilan komunikasi, rasa percaya diri, dan kemampuan beradaptasi sosial. Sementara bagi siswa non ABK, hal ini dapat menumbuhkan empati, toleransi, serta penghargaan terhadap keberagaman,” jelasnya.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan interaksi tersebut tidak selalu berjalan harmonis. Sejumlah penelitian sebelumnya menemukan adanya dua pola besar interaksi sosial, yakni pola asosiatif seperti kerja sama, penerimaan sosial, dan akomodasi, serta pola disosiatif seperti penolakan, konflik, persaingan, hingga perundungan atau bullying.

Fenomena seperti ejekan terhadap ABK, keengganan untuk duduk bersama, bermain bersama, hingga pengucilan sosial masih kerap ditemukan.

Kondisi ini umumnya dipicu oleh persepsi negatif siswa non ABK terhadap keterbatasan fisik maupun akademik ABK.

Selain itu, kurangnya pemahaman siswa terhadap kondisi ABK serta minimnya dukungan dari guru kelas dan Guru Pembimbing Khusus (GPK) turut menjadi faktor penghambat terciptanya interaksi sosial yang positif.

Baca Juga :  Rakernas RBI di Lombok Berjalan Lancar, Bikers Kunjungi Destinasi Ikonik

SPS Cikal Aisyiyah Karangampel dinilai memiliki karakteristik unik karena dipengaruhi oleh jenis ABK yang dilayani, budaya sekolah, serta strategi guru dalam membangun integrasi sosial di lingkungan belajar.

Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran nyata mengenai pola interaksi yang terjadi, baik yang bersifat positif maupun negatif, sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan rekomendasi praktis bagi sekolah.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran guru dan lingkungan sekolah dalam menciptakan suasana inklusif, ramah anak, dan bebas diskriminasi.

Sekolah diharapkan mampu memperkuat kebijakan yang mendukung interaksi positif, menyusun program pelatihan empati, serta mengoptimalkan peran guru pendamping dalam mendampingi ABK.

Keberhasilan pendidikan inklusi, menurut peneliti, tidak hanya diukur dari keberadaan ABK di sekolah umum, tetapi juga dari sejauh mana mereka diterima, dihargai, dan mampu berinteraksi secara sehat dengan seluruh warga sekolah.(ltn)

Berita Terkait

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur
Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur
Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan
Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan
Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa
Empat Tim Mahasiswa NTB Lolos Seleksi Regional Astra Honda SFL 2026, Siap Bersaing di Tahap Berikutnya
SMP 1 Masbagik Juara GSI 2026, Siap Wakili Kabupaten Lotim di Tingkat Provinsi NTB
Ironi Kampus: Ketika Ruang Kritik Tidak Lagi Memberi Ruang Bicara

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:07 WIB

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:01 WIB

Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:03 WIB

Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:07 WIB

Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa

Berita Terbaru