LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, kembali melakukan penyegaran di lingkungan birokrasi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) melalui rotasi sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II). Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Lobi Kantor Bupati Lotim, Rabu (10/6/2026).
Rotasi kali ini menyasar enam pejabat eselon II yang menempati posisi strategis di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi guna meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan.
Dalam susunan baru tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lotim, Muhammad Zaidar Rohman, S.STP., M.H., dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Posisi Kepala Bappeda selanjutnya ditempati Ahmad Dewanto Hadi, S.T., M.T., yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim.
Sementara itu, Hasni, S.E., M.Ak., yang sebelumnya menjabat Kepala BPKAD, kini mengisi jabatan sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Adapun Kepala Bapenda sebelumnya, Muksin, SKM., M.M., mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB).
Rotasi juga menyentuh sektor pelayanan publik lainnya. Widayat, S.Pd., M.Pd., yang sebelumnya memimpin Dinas Pariwisata Lotim, kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Bupati Iron, demikian Bupati Lotim ini biasa disapa menegaskan bahwa rotasi ini merupakan bagian dari penyegaran birokrasi dan penyesuaian kebutuhan organisasi.
Pergeseran jabatan diharapkan dapat menghadirkan energi baru sekaligus memperkuat kinerja perangkat daerah dalam mendukung program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Mutasi dan rotasi pejabat merupakan hal yang lazim dalam tata kelola pemerintahan, terutama untuk menjaga dinamika organisasi agar tetap adaptif terhadap tantangan dan kebutuhan pelayanan publik yang terus berkembang.(Kml)

















