Jusuf Kalla Nilai Ganti Menkeu Tak Akan Banyak Mengubah Kondisi Jika Prioritas Pemerintah Keliru

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla.

JAKARTA, LOMBOKTODAY.ID – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi apabila pemerintah sejak awal tidak menetapkan skala prioritas pembangunan secara tepat.

Menurut JK, persoalan utama bukan terletak pada siapa yang menjabat sebagai Menkeu, melainkan pada arah kebijakan dan prioritas program yang ditetapkan pemerintah. “Karena sejak awal presiden sudah salah dalam menentukan skala prioritas program pembangunan,” kata JK.

JK menyoroti sejumlah program yang dinilai membutuhkan anggaran sangat besar dan berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Di antaranya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang disebut menguras anggaran dengan alasan meningkatkan gizi dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Usai Dilantik Presiden Prabowo, Iqbal-Dinda Mohon Doa Warga NTB

Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin dalam menetapkan program yang benar-benar menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

Program prioritas, kata JK, seharusnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya beli rakyat, serta menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin perlu memiliki kemampuan untuk memilih dan memilah program pembangunan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar keinginan atau pertimbangan yang kurang relevan dengan kondisi ekonomi saat ini.

Baca Juga :  Galang Donasi Banjir Sumatera, Baznas Lotim Gandeng KNPI dan FKDM

“Untuk menentukan skala prioritas, harus berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan kemauan,” tegasnya.

Pernyataan Jusuf Kalla tersebut kembali memunculkan diskusi mengenai efektivitas penggunaan APBN, khususnya dalam pembiayaan program-program berskala besar yang menjadi fokus pemerintah.

Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan pembangunan di berbagai sektor, isu penentuan prioritas anggaran dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(ltn)

Berita Terkait

Dari Pesantren ke Pemerintahan, Gubernur NTB Raih Penghargaan Santri of The Year 2026
Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan
Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Nyawa
Fauzan Khalid Ajak Umat Tak Sekadar Bersyukur, tetapi Juga Menebar Kebaikan
Reses DPR RI, Fauzan Khalid Keliling Lombok: Kawal Pemekaran Desa hingga Sertifikasi Tanah Wakaf
Lombok Timur Kembali Terbaik di TPAKD Award 2026, Program Kredit Tanpa Bunga Tembus Rp170 Miliar
Suara Daerah Harus Berpengaruh, Lalu Niqman Zahir Tawarkan Transformasi DPD RI Lewat Parlemen Teritorial Digital
Besok, Bupati Iron Akan Lantik Pengurus FKSPP Lombok Timur 2026-2031

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Dari Pesantren ke Pemerintahan, Gubernur NTB Raih Penghargaan Santri of The Year 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:07 WIB

Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Nyawa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Fauzan Khalid Ajak Umat Tak Sekadar Bersyukur, tetapi Juga Menebar Kebaikan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Lombok Timur Kembali Terbaik di TPAKD Award 2026, Program Kredit Tanpa Bunga Tembus Rp170 Miliar

Berita Terbaru