MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan vokasi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Rezal M. Jasin, guru SMKN 3 Mataram, resmi terpilih sebagai perwakilan Astra Motor NTB untuk mengikuti Astra Honda Motor Technical Skill Contest (AHM-TSC) 2026 tingkat nasional.
Kompetisi bergengsi tersebut akan berlangsung pada 10–11 Februari 2026 di Safety Riding Training Center Honda, Cikarang, Jawa Barat.
Rezal dinobatkan sebagai peserta terbaik kategori guru setelah melalui rangkaian seleksi ketat berjenjang. Proses penjaringan dimulai dari tingkat sekolah, kemudian berlanjut ke seleksi regional yang melibatkan belasan SMK binaan Astra Honda Motor di wilayah NTB.
Seleksi tingkat regional sendiri digelar pada 31 Desember 2025 di Main Dealer Astra Motor NTB. Dari ajang tersebut, hanya satu guru dan satu siswa terbaik yang berhak mewakili NTB ke panggung nasional.
“Di seleksi regional itu dipilih satu guru dan satu siswa terbaik. Alhamdulillah, untuk kategori guru saya yang dipercaya mewakili NTB,” ungkap Rezal saat ditemui di Mataram.
Meski terbilang baru bergabung di SMKN 3 Mataram sejak Oktober 2023—setelah sebelumnya mengajar di SMKN 1 Lembar pada jurusan permesinan kapal—Rezal berhasil menunjukkan adaptasi luar biasa. Ia kini fokus mengajar kompetensi teknik sepeda motor dan membuktikan kapasitasnya di bidang tersebut.
“Secara masa kerja saya memang masih baru di SMKN 3 Mataram. Tapi kesempatan ini jadi motivasi besar untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik,” tuturnya optimistis.
Guru berusia 37 tahun itu memasang target tinggi pada ajang nasional mendatang. Ia berharap dapat mengukir prestasi maksimal sekaligus mengharumkan nama NTB.
“Tentu target saya juara satu nasional. Kalau memungkinkan, bisa lanjut ke tingkat internasional dan menjadi kebanggaan daerah,” tegasnya penuh semangat.
Ajang AHM-TSC 2026 tingkat regional di NTB diikuti sekitar 15 hingga 16 guru dari berbagai SMK kejuruan. Para peserta sebelumnya telah melewati seleksi internal di sekolah masing-masing pada 31 Oktober 2025, meliputi babak penyisihan hingga final tingkat sekolah.
Selain kategori guru, NTB juga mengirimkan perwakilan siswa, yaitu Lalu Yusran Arifin dari SMKN 1 Gangga. Seluruh peserta kategori siswa berasal dari kelas XII, mengingat salah satu hadiah utama yang diperebutkan adalah beasiswa pendidikan.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Wilayah Astra Motor NTB, Jeffry Mei Gamastra. Menurutnya, pemilihan siswa kelas XII memang menjadi prioritas agar manfaat beasiswa dapat langsung dirasakan.
“Peserta siswa difokuskan dari kelas XII karena hadiahnya berupa beasiswa. Harapannya, beasiswa itu bisa benar-benar mendukung kelanjutan pendidikan mereka,” jelas Jeffry.
Menjelang keberangkatan ke Cikarang pada 9 Februari 2026, Rezal bersama perwakilan siswa menjalani masa persiapan intensif selama dua hingga tiga minggu di Main Dealer Astra Motor NTB. Program pembinaan meliputi pendalaman teori, praktik meja, hingga simulasi troubleshooting sesuai standar teknis Honda.
“Kami memberikan pelatihan harian bersama tim Technical Service. Mulai dari penguatan materi teori hingga praktik teknis, agar peserta siap tampil maksimal di tingkat nasional,” tambah Jeffry.
Kompetisi AHM-TSC 2026 tingkat nasional akan mempertemukan talenta-talenta terbaik dari seluruh Indonesia. Ajang ini dikenal sebagai salah satu kompetisi paling prestisius di bidang keterampilan teknis otomotif roda dua, khususnya sepeda motor Honda.
Secara umum, AHM-TSC merupakan wadah untuk menguji keahlian, ketelitian, dan kecepatan para teknisi maupun tenaga pendidik. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas layanan otomotif, mencetak sumber daya manusia unggul, serta menyeleksi perwakilan Indonesia menuju kompetisi tingkat Asia hingga internasional.
Para juara nantinya berkesempatan membawa pulang beragam penghargaan menarik, mulai dari sepeda motor Honda, pelatihan berkelas dunia, pengalaman eksklusif di ajang MotoGP, hingga tiket berlaga di Asia Oceania Skill Contest.
Dengan persiapan matang dan semangat tinggi, langkah Rezal menuju panggung nasional bukan sekadar misi pribadi—melainkan juga representasi kebanggaan dunia pendidikan NTB.(amn)

















