Gubernur NTB Dorong Program Kerja Dekranasda Berbasis Kebutuhan Pengrajin

- Jurnalis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat membuka Rakerda Dekranasda Provinsi NTB Tahun 2025.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat membuka Rakerda Dekranasda Provinsi NTB Tahun 2025.

MATARAM, LOMBOKTODAY.IDGubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mendorong agar program kerja Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggar Barat (NTB) harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata para pengrajin di lapangan. Menurutnya, peran Dekranasda adalah menjembatani kebutuhan pengrajin dengan sumber daya yang dapat meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

“Kalau pengrajin butuh desainer, kita dekatkan mereka dengan fashion designer. Kalau mereka tidak punya pasar, maka tugas kita mencarikan akses pasar. Inilah hal-hal yang harus dimainkan oleh Dekranasda,” kata Gubernur NTB, Lalu Iqbal saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda NTB Tahun 2025, di Aula Bank Mandiri Mataram, Sabtu (23/8/2025).

Baca Juga :  Keren!, Ayam Taliwang As’ad Cipete Raya Resmi Grand Opening

Lalu Iqbal mengungkapkan, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB hadir untuk mendorong pengrajin agar menggunakan bahan baku yang berkualitas, sekaligus memastikan mereka tidak berjalan sendiri. “You are not alone. Ada partner-partner potensial yang bisa kita rangkul. Ketika niat kita baik, banyak orang di sekitar kita yang siap berkontribusi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda NTB, Hj Sinta M Iqbal menegaskan, bahwa Rakerda kali ini menjadi momentum penting, terutama karena merupakan yang pertama di periode kepengurusannya tahun 2025–2030. Ia menekankan pentingnya menyatukan visi dan misi untuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin di NTB.

“Banyak harapan Pemprov NTB kepada kepengurusan Dekranasda. Karena itu, kita harus turun langsung ke lapangan, melihat kondisi para pengrajin, memahami kekurangan mereka, dan bersama-sama mencari solusinya. Kehadiran Dekranasda harus benar-benar menjadi jawaban bagi mereka, bukan sekadar menuntut,” tegas Sinta.

Baca Juga :  Kejagung Periksa 9 Orang Saksi Terkait Perkara Minyak Mentah PT Pertamina

Ia juga mengajak seluruh pengurus Dekranasda kabupaten/kota untuk bekerja sama membangun kerajinan NTB yang lebih maju, sekaligus memastikan hasil karya pengrajin memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dengan semangat kebersamaan, Rakerda Dekranasda NTB 2025 diharapkan mampu melahirkan program-program strategis yang berpihak pada pengrajin, sehingga berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung NTB Makmur Mendunia.(ltn)

Berita Terkait

Desa Berdaya dan Tantangan Mengubah Kemiskinan Desa
HUT ke-67, Gubernur Iqbal Tekankan Pentingnya Pembangunan yang Cepat dan Tepat
Nataru dan Hegemoni Ekonomi Gaya Baru
Desa Berdaya NTB: Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Menuju Pencapaian SDGs
Pemprov NTB Luncurkan Desa Berdaya, Percepat Pengentasan Kemiskinan dari Desa
Keren! Pemprov NTB Gratiskan Penyeberangan Ambulans Jenazah di Kayangan–Poto Tano
Terapkan Sistem Tanpa Kedip, Gubernur Iqbal: PLN Pahlawan di Balik Kesuksesan NTB
Gubernur Iqbal: Saatnya Bank NTB Syariah Pulang ke Pangkuan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 13:03 WIB

Desa Berdaya dan Tantangan Mengubah Kemiskinan Desa

Selasa, 16 Desember 2025 - 12:04 WIB

HUT ke-67, Gubernur Iqbal Tekankan Pentingnya Pembangunan yang Cepat dan Tepat

Senin, 15 Desember 2025 - 20:03 WIB

Nataru dan Hegemoni Ekonomi Gaya Baru

Senin, 15 Desember 2025 - 15:03 WIB

Pemprov NTB Luncurkan Desa Berdaya, Percepat Pengentasan Kemiskinan dari Desa

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:16 WIB

Keren! Pemprov NTB Gratiskan Penyeberangan Ambulans Jenazah di Kayangan–Poto Tano

Berita Terbaru

Mansur Afifi.

Ekonomi & Bisnis

Desa Berdaya dan Tantangan Mengubah Kemiskinan Desa

Selasa, 16 Des 2025 - 13:03 WIB

Ekonomi & Bisnis

Nataru dan Hegemoni Ekonomi Gaya Baru

Senin, 15 Des 2025 - 20:03 WIB