Angka Kemiskinan di Lombok Tengah pada 2025 Turun Dibandingkan 2024

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TENGAH, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga 1,39 persen tahun 2025 dibanding dengan tahun 2024 lalu, atau 10,68 persen tahun 2025 dari tahun lalu 12,07 persen.

Bupati Lombok Tengah (Loteng), HL Pathul Bahri mengatakan,pemerintah daerah menggelontorkan ratusan miliar dana untuk menurunkan angka kemiskinan melalui program di masing-masing OPD.

“Kita berikan program-program kegiatan di OPD yang dapat secara langsung mengintervensi angka kemiskinan itu sendiri berupa bantuan-bantuan modal usaha,” kata Bupati Pathul didampingi Wakil Bupati Lombok Tengah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Asisten II dan Kepala Bapperida, dalam keterangan persnya di Lobi Kantor Bupati Loteng, Jumat (19 /9/ 2025).

Bupati Pathul menegaskan, peran koordinasi antar OPD sangat kuat sehingga kerja-kerja penurunan angka kemiskinan dilakukan secara bersama-sama. “terima kasih kepada semua OPD atas kerja-kerja bersama,” tegas Bupati Pathul.

Bupati Pathul menambahkan, jika dikonversi ke angka absolut jumlah kemiskinan 10,68 persen maka sebanyak 109.250 angka absolut tahun 2025 atau 13 ribu setiap tahun diturunkan. “Berat memang tetapi 1,39 persen ini luar biasa, tahun ini penurunan sangat progresif,” ucap Bupati Pathul.

Baca Juga :  Satu Tahun Iqbal–Dinda: Ketika Ekonomi NTB Tak Sekadar Tumbuh, Tapi Menciptakan Kerja Nyata

Sementara itu, Plt Kepala BPS Kabupaten Lombok Tengah, Sapoan mengatakan, berbicara kemiskinan ada 4 indikator kemiskinan yaitu jumlah penduduk kemiskinan, kedalaman kemiskinan terhadap garis kemiskinan (P1) di mana P1 mengalami penurunan 0,05 dari 1,56 hasil susenas 1,51, keparahan kemiskinan ini menggambarkan keparahan kemiskinan antara penduduk miskin itu 0,04 persen pada bulan maret 0,27 menjadi 0,31 pada tahun 2025.

Indikator ke-4 adalah garis kemiskinan di mana pada bulan Maret 2025 sebesar 568.910 rupiah per kapita per bulan, naik 3,55 persen sehingga posisi dengan progres ini menempatkan Loteng berada di peringkat 3.

Kemiskinan, kata Sapoan, banyak faktor, di antara; kualitas SDM rendah dalam hal ini intervensi dilakukan oleh Dinas Pendidikan, kemudian asupan gizi kurang, ini juga ada di Dinkes, kemudian ekonomi rendah ada di perdagangan Dinas Pertanian dan lainnya sehingga di setiap OPD ada anggaran kemiskinan dan itu terintegrasi semua.

Baca Juga :  Ketua KWP Ariawan: Media Kritis dan Konstruktif, Kunci Demokrasi Sehat

Wabup Loteng, HM Nursiah yang juga selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPKD) Kabupaten Lombok Tengah mengatakan, langkah koordinasi OPD selama ini untuk menurunkan angka kemiskinan cukup baik.

Penurunan angka kemiskinan cukup signifikan, tercapainya sangat terukur dengan kebijakan dan koordinasi antar OPD dsri koordinasi ini untuk data kemiskinan.

Program kegiatan intervensi usaha penurunan angka kemiskinan disebar ke OPD masing-masing dengan mengalokasi anggaran setiap tahun ke OPD untuk intervensi penurunan angka kemiskinan itu sendiri.

“Turunnya angka kemiskinan ini juga tidak lepas dari peran pers dalam memberitakan kegiatan pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan” kata Wabup Nursiah.

Untuk angka kemiskinan ekstrem menurun 0,72 orang. “Kita optimis angka kemiskinan menjadi nol,” ucapnya.(LS)

Berita Terkait

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana
Gubernur Iqbal Tekankan Good Governance di PUPRPKP NTB, Minta Setiap Rupiah APBD Digunakan untuk Kepentingan Rakyat
Gubernur Iqbal Luncurkan TRC Infrastruktur, Jalan Provinsi Rusak Siap Ditangani Lebih Cepat
Pemprov NTB Perketat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Gubernur NTB Ajak Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:09 WIB

Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WIB

Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Tekankan Good Governance di PUPRPKP NTB, Minta Setiap Rupiah APBD Digunakan untuk Kepentingan Rakyat

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:30 WIB

Gubernur Iqbal Luncurkan TRC Infrastruktur, Jalan Provinsi Rusak Siap Ditangani Lebih Cepat

Berita Terbaru