MATARAM, LOMBOKTODAY.ID — Menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, kepastian pangan menjadi hal krusial bagi masyarakat. Untuk memastikan dapur warga tetap aman dan harga tidak melonjak, jajaran kepolisian turun langsung ke lapangan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB, Kombes Pol FX Endriadi, S.IK., selaku Koordinator Satgas Saber Keamanan, Mutu dan Harga Pangan Provinsi NTB, memimpin pengecekan stok bahan pokok di gudang Perum Bulog Kantor Wilayah NTB, pada Jumat (13/02/2026). Ia hadir bersama seluruh anggota Satgas.
Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah komoditas strategis; beras, gula pasir, minyak goreng, jagung, hingga gabah setara beras, bahan pangan yang paling sensitif terhadap lonjakan permintaan saat momen keagamaan.
“Ini bagian dari langkah antisipasi kami agar masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan tenang tanpa khawatir soal ketersediaan pangan,” ujar FX Endriadi di sela pengecekan.
Dari data yang dihimpun di lokasi, jumlah cadangan pangan tergolong besar; Beras 141.228.122 kg, Gula pasir 183.605 kg, Minyak goreng 512.393 kg, Jagung 3.530.679 kg, Gabah setara beras 16.317.902 kg.
Satgas menilai angka tersebut masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB selama periode HBKN berlangsung. Bulog juga siap menyalurkan stok dengan cepat jika terjadi lonjakan permintaan atau gejolak harga di daerah tertentu.
Selain gudang utama di Mataram, fasilitas penyimpanan juga tersebar di Lombok Timur, Sumbawa, dan Kabupaten Bima. Skema ini disiapkan agar distribusi bisa bergerak cepat, terutama ke wilayah dengan mobilitas tinggi atau potensi kenaikan harga.
Langkah pengawasan langsung ini menjadi bagian dari komitmen Satgas Saber Pangan NTB menjaga stabilitas stok, mutu, dan harga bahan pokok.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menyambut HBKN 2026, dari ibadah hingga tradisi berkumpul bersama keluarga, tanpa bayang-bayang krisis pangan.(Sid)

















