Pemprov NTB Pastikan TAG–P3K Bekerja Profesional dan Berdampak Nyata

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Gubernur NTB.

Kantor Gubernur NTB.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan bahwa pembentukan Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan dan Penguatan Koordinasi (TAG–P3K) bukan sekadar formalitas birokrasi.

Tim ini dirancang untuk memastikan program pembangunan daerah berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik menjelaskan, bahwa dalam tata kelola pemerintahan, kepala daerah memiliki kewenangan diskresi (freies ermessen) untuk mengambil kebijakan strategis demi kelancaran roda pemerintahan. Salah satunya adalah membentuk tim ahli yang berfungsi sebagai pendukung pengambilan keputusan.

“Pembentukan tim ahli seperti ini adalah praktik yang lazim dilakukan pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Ahsanul Khalik.

AKA, demikian Ahsanul Khalik ini biasa disapa menegaskan, keberadaan TAG–P3K telah melalui mekanisme hukum yang jelas dan koordinasi dengan pemerintah pusat.

Landasan pembentukannya tertuang dalam Peraturan Gubernur NTB Nomor 15 Tahun 2025 tentang Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan dan Penguatan Koordinasi.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-106 Damkarmat, Sekda NTB Tegaskan Pentingnya Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan

Menurut AKA, regulasi tersebut menegaskan bahwa TAG–P3K bukan perangkat daerah dan tidak menjalankan fungsi pelayanan publik. Tim ini murni berperan sebagai instrumen pendukung kebijakan gubernur.

“TAG–P3K bukan staf khusus, bukan pelaksana proyek, dan bukan pengambil alih tugas OPD. Mereka adalah tim profesional yang bertugas memberikan asistensi, pendampingan, serta rekomendasi kebijakan agar kinerja perangkat daerah semakin efektif dan terkoordinasi,” jelasnya.

Dalam implementasinya, Pemprov NTB mulai merasakan manfaat nyata kehadiran TAG–P3K. Tim ini telah terlibat aktif mengawal penyesuaian administrasi dan kebijakan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru, memperkuat kelembagaan OPD, hingga mempercepat kinerja sektor-sektor strategis.

Salah satu contoh konkret adalah pendampingan terhadap Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB dalam optimalisasi pajak dan retribusi. Melalui pemetaan potensi penerimaan dan dukungan penyusunan perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah, TAG–P3K turut mendorong target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026.

Dari sisi komposisi, TAG–P3K diisi oleh figur-figur dengan rekam jejak profesional dan akademik yang mumpuni. Mulai dari mantan pejabat pengawas pelayanan publik, birokrat senior, hingga akademisi dan guru besar yang memiliki kepakaran di bidang kebijakan publik, perencanaan wilayah, serta pembangunan manusia.

Baca Juga :  Pantas Berani Kritik MBG, Siapa Sebenarnya Tiyo Ardianto?

“Komposisi ini menjamin setiap rekomendasi yang dihasilkan bersifat objektif, berbasis data, dan aplikatif dalam sistem pemerintahan daerah,” tambah AKA.

Terkait anggaran operasional tim, Pemprov NTB menekankan prinsip value for money. Artinya, yang diutamakan bukan besaran biaya, melainkan dampak yang dihasilkan.

“Jika melalui pendampingan profesional kebijakan bisa berjalan lebih cepat, pendapatan daerah meningkat, dan program pembangunan lebih tepat sasaran, maka itu adalah investasi yang sangat bernilai bagi daerah,” tegasnya.

Pemprov NTB juga memastikan masa tugas TAG–P3K bersifat terbatas, yakni hanya satu tahun. Setelah itu, kinerja tim akan dievaluasi secara menyeluruh untuk menentukan apakah masih dibutuhkan, perlu disesuaikan, atau justru dihentikan sesuai kebutuhan riil pembangunan.

“Setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus terukur, akuntabel, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat NTB,” pungkas AKA.(Sid)

Berita Terkait

Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB
Wakapolda NTB Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Empat BI Mataram
Astra Motor NTB dan Satlantas Polres Lombok Utara Pasang Papan Black Spot, Pengendara Diminta Lebih Waspada
Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Nyawa
NTB Satu Data Tembus 5 Besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2026, Gubernur Iqbal Perkuat Pembangunan Berbasis Bukti
Honda BeAT Diklaim Irit hingga 60,6 Km/Liter, Begini Teknologi Pendukungnya
BPBD NTB Perkuat Kesiapsiagaan Gempa dan Tsunami, Simulasi Lintas Sektor Digelar
Fauzan Khalid Minta Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat Koperasi Desa Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Wakapolda NTB Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Empat BI Mataram

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Astra Motor NTB dan Satlantas Polres Lombok Utara Pasang Papan Black Spot, Pengendara Diminta Lebih Waspada

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:07 WIB

Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Nyawa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:03 WIB

NTB Satu Data Tembus 5 Besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2026, Gubernur Iqbal Perkuat Pembangunan Berbasis Bukti

Berita Terbaru