MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Bulan suci Ramadan menjadi momen istimewa bagi masyarakat untuk meningkatkan ibadah, namun aktivitas sehari-hari tetap berjalan seperti biasa, termasuk mobilitas di jalan raya.
Di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), perubahan pola makan dan waktu istirahat selama berpuasa dapat memengaruhi kondisi fisik pengendara, terutama saat berkendara sepeda motor.
Melihat kondisi tersebut, Astra Motor NTB melalui tim Safety Riding mengingatkan masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan berkendara dengan membagikan sejumlah tips agar tetap fokus dan aman selama menjalani puasa.
Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, menjelaskan bahwa saat berpuasa tubuh mengalami perubahan energi yang bisa memengaruhi konsentrasi pengendara di jalan.
“Ketika berpuasa, kadar gula darah cenderung menurun sehingga tubuh lebih mudah lelah dan fokus bisa berkurang. Karena itu penting memastikan sahur dengan asupan gizi seimbang serta waktu istirahat yang cukup agar kondisi tubuh tetap prima saat berkendara,” jelasnya.
Menurut Satria, waktu menjelang berbuka puasa menjadi salah satu periode yang cukup rawan di jalan raya. Pada waktu tersebut, volume kendaraan biasanya meningkat dan banyak pengendara terburu-buru ingin segera sampai ke rumah atau lokasi berbuka.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh lemas atau mengantuk. Jika mulai kehilangan fokus, lebih baik menepi dan beristirahat sejenak. Jangan sampai terburu-buru karena ingin cepat berbuka, namun mengabaikan keselamatan,” ujarnya.
Agar perjalanan tetap aman selama Ramadan, Astra Motor NTB membagikan beberapa tips berkendara yang bisa diterapkan oleh masyarakat, antara lain: Memastikan sahur dengan makanan bergizi seimbang agar tubuh memiliki energi cukup, Mencukupi waktu istirahat minimal 6–7 jam setiap hari, Menjaga emosi saat menghadapi kemacetan di jalan, Mengurangi kecepatan berkendara dan tetap mematuhi aturan lalu lintas, dan Selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
Selain itu, penggunaan perlengkapan berkendara yang lengkap juga menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan. Pengendara diimbau menggunakan helm berstandar SNI dengan tali terpasang dengan benar, serta melengkapi diri dengan jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tertutup untuk meminimalkan risiko cedera jika terjadi kecelakaan.
“Yang paling utama adalah selalu mengedepankan prinsip #Cari_Aman dalam setiap perjalanan. Puasa adalah ibadah, dan menjaga keselamatan di jalan juga merupakan bentuk tanggung jawab kita bersama,” tegas Satria.
Melalui edukasi keselamatan ini, Astra Motor NTB berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa mengabaikan keselamatan berkendara, sehingga setiap perjalanan tetap aman dan dapat tiba di tujuan untuk berkumpul bersama keluarga saat berbuka puasa.(amn)

















