Pernikahan Dini di Lombok Tengah Masih Tinggi, Mahasiswa dan Lintas Sektor Bergerak Edukasi Remaja

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOTENG, LOMBOKTODAY.ID – Upaya menekan angka pernikahan usia anak di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terus diperkuat.

Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, menjadi lokasi pelaksanaan sosialisasi kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan dini, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram bersama Ikatan Mahasiswa Bumigora (IMB) Mataram, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Kesehatan Masyarakat dan Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini Demi Mewujudkan Generasi Emas” itu digelar sebagai langkah nyata menekan angka pernikahan anak yang masih menjadi tantangan di wilayah Lombok Tengah.

Selain menghadirkan edukasi bagi pelajar dan masyarakat, kegiatan tersebut juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang didukung Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Puskesmas Teruwai, dan RS Mandalika.

Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Puluhan warga memanfaatkan layanan kesehatan, sementara peserta sosialisasi berasal dari berbagai sekolah di Kecamatan Pujut, mulai dari tingkat SMA, SMK, MA, hingga SMP dan SD.

Baca Juga :  Sultan Akui Indonesia dan Tunisia Sama-Sama Menjadi Negara Demokrasi Berkembang

Ketua LPA NTB, Saparudin Efendi, menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi sinyal positif meningkatnya kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

Menurutnya, pernikahan usia dini masih menjadi persoalan serius karena dampaknya tidak hanya memengaruhi pendidikan anak, tetapi juga berpotensi memperpanjang lingkaran kemiskinan.

“Selain menghambat pendidikan, dampaknya juga dapat memicu lingkaran kemiskinan dan menurunkan kualitas hidup yang berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak kesehatan yang dapat muncul akibat kehamilan pada usia remaja. Menurutnya, kondisi fisik dan mental yang belum matang meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu maupun bayi.

Tak hanya itu, pasangan yang menikah di usia muda juga dinilai lebih rentan menghadapi persoalan rumah tangga, mulai dari konflik hingga perceraian.

Pembina IMB Lombok Tengah, Sumaji, mengatakan pelajar menjadi sasaran utama kegiatan karena pernikahan anak masih menjadi tantangan pembangunan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga :  Perkuat Karakter dan Kompetensi, Astra Motor NTB Resmi Gandeng SMKN 1 Jonggat & SMKN 1 Buer dalam Kelas Industri

Sementara itu, Ketua IMB Lombok Tengah, Sujiadi, berharap lebih banyak organisasi kepemudaan ikut terlibat mengangkat isu perlindungan anak dan pencegahan pernikahan dini.

Ketua BEM Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram, Aura Athiyah Anargia, menegaskan edukasi kesehatan serta penguatan masyarakat akan tetap menjadi fokus gerakan mahasiswa.

Di sisi medis, dokter umum RS Mandalika, M. Dedy Kusnadi, menjelaskan pernikahan usia dini memiliki risiko besar terhadap kesehatan reproduksi remaja, terutama perempuan di bawah usia 20 tahun.

Menurutnya, organ reproduksi remaja belum berkembang secara optimal sehingga lebih rentan mengalami anemia, persalinan prematur, preeklamsia, hingga peningkatan risiko kanker serviks.

Kurangnya edukasi kesehatan reproduksi juga dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual, termasuk HIV.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, para penyelenggara berharap upaya perlindungan anak dan edukasi kesehatan masyarakat dapat terus diperkuat demi menekan angka pernikahan usia anak di Lombok Tengah.(ltn)

Berita Terkait

Wakapolda NTB Turun ke SMPN 6 Mataram, Ingatkan Siswa soal Bahaya Bullying
Sempat Putus Sekolah, Tiga Siswi di Lombok Barat Kembali Raih Mimpi Lewat Sekolah Rakyat
Gubernur NTB Dorong Akreditasi Sekolah Berasrama, Perlindungan Anak dan Perempuan Diperkuat
570 Pelajar dan Guru Adu Skill Keselamatan Berkendara, AHM Cetak Agen Perubahan Lewat Cari Aman Academy 2026
Global Scholarship Summit 2026 Bidik Sejuta Kesempatan Beasiswa untuk Talenta Indonesia
Gedung SDN 1 Jerowaru Mentereng, Kadis Dikbud Temukan Siswa Belum Bisa Membaca
Ahmad Al Farizi Harumkan UNW Mataram, Raih Most Innovative Idea di Future Leaders Summit
KKM MTs Jerowaru Gelar Persami Gabungan di Loang Gali, 150 Pramuka Penggalang Dilantik

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Wakapolda NTB Turun ke SMPN 6 Mataram, Ingatkan Siswa soal Bahaya Bullying

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Sempat Putus Sekolah, Tiga Siswi di Lombok Barat Kembali Raih Mimpi Lewat Sekolah Rakyat

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Gubernur NTB Dorong Akreditasi Sekolah Berasrama, Perlindungan Anak dan Perempuan Diperkuat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:06 WIB

570 Pelajar dan Guru Adu Skill Keselamatan Berkendara, AHM Cetak Agen Perubahan Lewat Cari Aman Academy 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Global Scholarship Summit 2026 Bidik Sejuta Kesempatan Beasiswa untuk Talenta Indonesia

Berita Terbaru