LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Wakil Ketua DPRD Lombok Timur (Lotim), M. Waes Alqarni, SE, mengajak masyarakat untuk tidak keliru memahami kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat.
Menurutnya, efisiensi bukan berarti pembangunan daerah berhenti, melainkan terjadi perubahan pola pengalokasian anggaran melalui program-program prioritas nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Waes saat memberikan sambutan pada acara Penamatan Siswa Kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026 SDN 2 Batu Putik, Desa Batu Putik, Kecamatan Keruak, Sabtu (27/6/2026).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan bahwa berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah memang berdampak pada besaran anggaran yang diterima pemerintah daerah.
Namun, menurutnya, sebagian anggaran tersebut dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk berbagai program strategis.
“Jadi masyarakat jangan salah persepsi. Anggarannya memang berkurang di transfer daerah, tetapi dialihkan menjadi program-program yang langsung menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Waes menjelaskan, efisiensi anggaran dilakukan pada sejumlah pos belanja yang dinilai kurang prioritas, seperti perjalanan dinas, biaya rapat, hingga berbagai kegiatan seremonial.
Sementara itu, anggaran yang dialihkan diwujudkan dalam sejumlah program nasional, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, serta berbagai program pembangunan lainnya.
Akibat kebijakan efisiensi tersebut, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur harus melakukan penyesuaian terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Waes mengungkapkan, nilai APBD Lombok Timur yang semula mencapai sekitar Rp3,2 triliun mengalami penurunan menjadi sekitar Rp2,8 triliun setelah adanya pengurangan transfer dari pemerintah pusat.
Meski demikian, DPRD bersama pemerintah daerah terus melakukan penyesuaian agar program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat tetap dapat berjalan.
Dalam kesempatan tersebut, Waes juga menanggapi aspirasi Kepala SDN 2 Batu Putik terkait belum tersedianya mushala di sekolah tersebut.
Menurut laporan pihak sekolah, SDN 2 Batu Putik menjadi satu-satunya sekolah dasar di Kecamatan Keruak yang belum memiliki mushala sebagai sarana pembinaan keimanan dan ketakwaan (imtaq) bagi para siswa.
Menanggapi hal itu, Waes langsung menyatakan komitmennya untuk membangun satu unit mushala melalui Dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.
“Saya akan bangunkan langsung mushala tahun ini melalui anggaran perubahan lewat jalur Pokir. Saya juga berkomitmen menjadikan SDN 2 Batu Putik sebagai sekolah favorit,” tegasnya.
Selain persoalan fasilitas pendidikan, kondisi ruas jalan yang menghubungkan Desa Sepit menuju Desa Batu Putik juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.
Sebelumnya, Camat Keruak, Azhar, S.Pd., menyampaikan bahwa kerusakan jalan tersebut telah berulang kali dilaporkan kepada Bupati Lombok Timur.
Namun, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi membuat proses penanganan dilakukan secara bertahap. “Insya Allah, jalan jurusan Sepit–Batu Putik akan mulai dikerjakan pada tahun 2027,” ujar Azhar.(Kml)

















