LOBAR, LOMBOKTODAY.ID – Komitmen mendengar suara rakyat kembali ditegaskan Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid, saat masa reses di daerah pemilihan Pulau Lombok. Bertempat di Rumah Aspirasi Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), pada Rabu (25/2/2026), puluhan warga datang membawa harapan—dan proposal nyata.
Di era ketika partisipasi publik semakin dinamis dan generasi muda semakin kritis terhadap transparansi kebijakan, reses bukan sekadar agenda formal. Bagi warga Lombok Barat, momen ini menjadi ruang dialog langsung untuk menyampaikan kebutuhan riil di lapangan.
Mayoritas aspirasi yang masuk berkaitan dengan renovasi dan pengembangan masjid, pondok pesantren, serta fasilitas sekolah. Permintaan ini mencerminkan kuatnya nilai religius dan pendidikan sebagai fondasi sosial masyarakat Lombok.
Salah satu warga Desa Bengkaung, H. Junaidi, mengajukan proposal pengembangan teras Masjid Nurul Hidayah agar mampu menampung lebih banyak jamaah. Proposal tersebut diterima langsung oleh Tenaga Ahli yang mewakili Fauzan Khalid pada Rabu malam (25/2/2026).
“Kami berharap ada bantuan pengembangan agar jamaah semakin nyaman dan masjid bisa menampung lebih banyak masyarakat,” ujar Junaidi, yang juga Ketua Pembangunan Masjid Desa Bengkaung.
Tak hanya sektor keagamaan dan pendidikan, warga juga menyampaikan kebutuhan alat pertanian serta dukungan peralatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat desa, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi. Di tengah tantangan global dan transformasi digital, UMKM desa menjadi tulang punggung ekonomi lokal yang perlu didorong naik kelas.
Fauzan Khalid menegaskan seluruh aspirasi akan ditindaklanjuti melalui mekanisme resmi penganggaran pemerintah maupun bantuan sosial yang memungkinkan direalisasikan dalam waktu dekat.
Sebagai wakil rakyat dari dapil Pulau Lombok, ia menekankan bahwa menjembatani kebutuhan masyarakat adalah amanah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab.
“Ini keharusan bagi saya sebagai wakil rakyat. Saya terpilih dari dapil Pulau Lombok, sehingga wajib menjembatani aspirasi masyarakat. Insya Allah akan direalisasikan untuk kebermanfaatan masyarakat Lombok dan NTB secara keseluruhan,” ujarnya.
Dalam masa persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang berlangsung 20 Februari hingga 9 Maret 2026, Fauzan Khalid menjadwalkan sejumlah kegiatan, termasuk safari Ramadan, silaturahmi ke pondok pesantren, menghadiri salat Jumat bersama warga, hingga pemberian santunan kepada anak yatim.
Pendekatan ini memperlihatkan pola komunikasi politik yang lebih humanis—mendekatkan kebijakan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Di tengah tuntutan publik akan transparansi dan aksi nyata, kegiatan reses seperti ini menjadi barometer sejauh mana aspirasi warga tidak berhenti di meja proposal, tetapi bertransformasi menjadi program yang berdampak langsung. Bagi masyarakat Lombok, harapan itu kini menunggu realisasi.(ltn)

















