MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan hanya bertugas menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar sebagai pelayan masyarakat yang berkomitmen mendukung pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Abul Chair saat memimpin Pengambilan Sumpah dan Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, prosesi pengambilan sumpah dan janji PNS bukan sekadar tahapan formal dalam perjalanan karier ASN.
Momentum tersebut menjadi pengingat penting tentang integritas, tanggung jawab, dan komitmen pengabdian kepada masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.
“Seorang ASN harus memiliki tiga karakter utama, yaitu komitmen, loyalitas, dan militansi. Komitmen untuk menjaga konsistensi dalam bekerja dan melayani masyarakat, loyalitas kepada organisasi dan negara, serta militansi dalam menghadapi berbagai tantangan dengan semangat yang tidak mudah menyerah,” tegas Abul Chair.
Ia menjelaskan, Pemprov NTB saat ini terus mengakselerasi berbagai program pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program tersebut meliputi penguatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, pembangunan desa berdaya, perluasan lapangan kerja, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga penguatan daya saing daerah.
Namun demikian, keberhasilan seluruh agenda pembangunan tersebut, kata dia, sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan kelembagaan yang baik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengimplementasikannya. Karena itu, ASN harus terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” ujarnya.
Abul Chair juga mengingatkan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap birokrasi terus meningkat seiring perkembangan teknologi dan transformasi pelayanan publik. Karena itu, ASN dituntut semakin adaptif, profesional, responsif, serta berorientasi pada hasil yang nyata.
Menurutnya, ukuran keberhasilan aparatur pemerintah tidak hanya dilihat dari terselesaikannya pekerjaan administrasi, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“ASN adalah pelayan masyarakat. Ukuran keberhasilan kita bukan hanya menyelesaikan pekerjaan administrasi, tetapi sejauh mana kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Abul Chair mengajak seluruh ASN untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah dan bangsa melalui kerja nyata serta pengabdian yang tulus.
Ia menilai pembangunan daerah membutuhkan aparatur yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu berkolaborasi, menjaga integritas, dan membangun budaya kerja yang sehat.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kita membutuhkan ASN yang mampu bekerja sama, berkolaborasi, menjaga integritas, dan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abul Chair juga meminta seluruh pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemprov NTB untuk terus melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengembangan kompetensi pegawai.
Langkah tersebut dinilai penting agar ASN mampu memberikan kontribusi optimal bagi organisasi maupun masyarakat.
Menutup sambutannya, Abul Chair menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pegawai yang telah mengucapkan sumpah dan janji sebagai PNS.
Ia berharap momen tersebut menjadi penguat integritas sekaligus pengingat bahwa status ASN merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pegawai yang hari ini mengucapkan sumpah dan janji. Jadilah ASN yang profesional, berakhlak, berintegritas, dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar membangun NTB Makmur Mendunia,” pungkasnya.(arz)

















