Keselamatan Berkendara Jadi Sorotan, Ini Pesan dari Kampanye #Cari_Aman Honda

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim dari Astra Motor Ampenan saat memberikan edukasi #Cari-Aman berkendara kepada siswa-siswi SMAN 1 Mataram.

Tim dari Astra Motor Ampenan saat memberikan edukasi #Cari-Aman berkendara kepada siswa-siswi SMAN 1 Mataram.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Keselamatan berkendara di kalangan pelajar kembali menjadi perhatian, terutama dengan maraknya siswa yang mengendarai sepeda motor ke sekolah. Dalam sebuah wawancara singkat dengan Ida Ayu Anandini Cahaya Fasisia dan Syarifa Ratu Alyajupri saat diprospek oleh tim dari Astra Motor Ampenan, dua siswi SMAN 1 Mataram ini membagikan pandangan dan pesan mereka terkait pentingnya keselamatan berkendara di jalan raya.

Ida Ayu Anandini Cahaya Fasisia, siswi kelas 12 yang akrab disapa Caca mengaku saat ini sedang mempertimbangkan untuk membeli motor baru. Ia mengatakan bahwa dirinya lebih menyukai desain motor yang simpel dibandingkan yang mencolok. “Saya sukanya motor yang simple aja, kayaknya lebih nyaman dan gak terlalu menarik perhatian. Tapi ya selera orang beda-beda,” ujarnya.

Saat berkunjung ke Booth Jaringan Astra Motor Ampenan pada kegiatan “E-Kesekolah (Ekraf Keliling Sekolah)” bertajuk “Content Creation dan Generative AI Training”. Caca juga menceritakan bahwa sebelumnya ia sudah pernah memiliki motor, yakni Honda Scoopy keluaran tahun 2016. Namun, untuk pembelian motor baru, ia masih akan berdiskusi dengan orang tuanya terlebih dahulu. Saat ditanya soal keselamatan pelajar yang mengendarai motor, Caca menyampaikan keprihatinannya.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi, Laskar Sasak DPD Jabodetabek Gelar Bukber dan Berbagi Berkah Ramadan

“Kadang anak sekolah itu belum paham aturan lalu lintas, masih suka ngawur di jalan. Pesan saya sih ke temen-temen dan juga orang tua, harus lebih memperhatikan keselamatan. Jangan sampai karena gak bisa nganterin, malah nyuruh anaknya bawa motor sendiri tanpa pengawasan,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Syarifa Ratu Alyajupri teman Caca yang akrab disapa Syarifa, yang menekankan pentingnya orang tua dalam mengawasi anak-anaknya sebelum diizinkan mengendarai motor. “Banyak anak sekolah yang maksa bawa motor padahal belum lancar, belum punya SIM, itu bahaya banget. Kalau kecelakaan kan repot, orang tua juga yang susah. Jadi harus bener-bener diperhatikan,” ujar Syarifa.

Syarifa juga menekankan pentingnya perlengkapan keselamatan seperti helm, jaket, dan sarung tangan saat berkendara, serta pentingnya memahami aturan lalu lintas. “Kalau belok ya kasih lampu sein yang benar, lihat kanan kiri dulu. Jangan sampai kita bikin bingung pengendara lain,” tutupnya.

Baca Juga :  Ketua DPD RI Resmikan Kantor Perwakilan di Jawa Timur: Simbol Rumah Aspirasi Rakyat Daerah

Disampaikan terpisah, Adrian Arlim selaku Marketing Manajer Astra Motor NTB mengatakan, dengan meningkatnya jumlah pelajar yang berkendara sendiri ke sekolah, para orang tua dan pihak sekolah diharapkan dapat bekerja sama dalam memberikan edukasi keselamatan berkendara. Selain itu, peran aktif dari pelajar sendiri untuk mematuhi aturan lalu lintas juga sangat penting guna mencegah terjadinya kecelakaan di jalan.

Sebagai perusahaan otomotif yang juga fokus terhadap aksi sosial mengkampanyekan #Cari_Aman berkendara, Astra Motor NTB dalam berbagai kesempatan terus berkomitmen untuk membantu pemerintah juga pihak penegak hukum dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas terutama pada faktor kelalaian manusia/human error.

“Harapannya dengan gencarnya sosialisasi serta edukasi yang kami lakukan diberbagai kesempatan, juga kolaborasi tim Safety Riding Astra Motor NTB bersama pihak kepolisian, dapat menyadarkan pengguna sepeda motor roda dua untuk selalu patuh pada peraturan lalu lintas guna keselamatan diri sendiri juga orang lain,” tutup Adrian.(amn)

Berita Terkait

Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB
TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Bupati Lombok Timur: Tanpa Dokter, Pembangunan Daerah Tak Akan Pernah Maju
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana
Gubernur Iqbal Tekankan Good Governance di PUPRPKP NTB, Minta Setiap Rupiah APBD Digunakan untuk Kepentingan Rakyat
Gubernur Iqbal Luncurkan TRC Infrastruktur, Jalan Provinsi Rusak Siap Ditangani Lebih Cepat
Pemprov NTB Perketat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:02 WIB

Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:09 WIB

Bupati Lombok Timur: Tanpa Dokter, Pembangunan Daerah Tak Akan Pernah Maju

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:09 WIB

Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WIB

Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana

Berita Terbaru