Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim di NTB Jadi Fokus Pembahasan Bincang Kamisan Edisi ke-18

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Bincang Kamisan edisi ke-18, di Unit Pelayanan Teknis Layanan Digital Command Center, Kantor Gubernur NTB, Kamis (20/11/2025)..

Suasana Bincang Kamisan edisi ke-18, di Unit Pelayanan Teknis Layanan Digital Command Center, Kantor Gubernur NTB, Kamis (20/11/2025)..

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Program Bincang Kamisan besutan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) edisi ke-18 menghadirkan pembahasan mendalam mengenai mitigasi bencana dan perubahan iklim di Provinsi NTB.

Diskusi tersebut menghadirkan tiga narasumber dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pewarta kantor berita Antara yang menyoroti tantangan perubahan iklim, peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta peran media dalam penyebaran informasi kebencanaan yang berlangsung di Unit Pelayanan Teknis Layanan Digital Command Center, Kantor Gubernur NTB, Kamis (20/11/2025).

Prakirawan Ahli Muda BMKG Stasiun Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Dhian Yulie Cahyono menjelaskan, bahwa perubahan iklim global saat ini banyak dipicu oleh perkembangan industri dunia. ‘’Revolusi industri menjadi penyebab meningkatnya suhu bumi yang berdampak pada perubahan musim dan cuaca ekstrem,’’ jelasnya.

Dhian menuturkan, puncak musim hujan di NTB diprediksi terjadi pada Desember hingga Januari mendatang. Sementara ini, pada akhir November curah hujan mulai merata di seluruh wilayah NTB. Ia juga mengingatkan bahwa potensi megathrust telah terkonfirmasi secara ilmiah meski waktu terjadinya tidak dapat diprediksi.

Baca Juga :  Jelang Perhelatan ARRC 2025 di Mandalika, Yuk Kenalan Lagi Sama Pebalap AHRT

‘’Namun Indonesia kini sudah dilengkapi sensor pemantauan gempa bumi dan ketinggian muka air, sehingga deteksi dini dapat dilakukan lebih baik,’’ katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD NTB, H Ahmadi, menegaskan pentingnya mitigasi bencana yang dilakukan secara berkelanjutan. ‘’Kita harus membangun kesiapsiagaan setiap saat, karena bencana bisa terjadi kapan pun,’’ tegasnya.

Ahmadi menambahkan, bahwa mitigasi membutuhkan sinergi lintas sektor serta jaringan kerja yang kuat. Terkait potensi gempa bumi yang dapat memicu tsunami, Ahmadi mengingatkan bahwa waktu evakuasi sangat terbatas.

‘’Waktu antara gempa dan kemungkinan datangnya tsunami hanya sekitar 10 hingga 20 menit. Jika waktu tersebut tidak dimanfaatkan, risiko jatuhnya korban jiwa akan sangat besar. Karena itu, masyarakat harus memiliki kemampuan evakuasi mandiri,’’ ujarnya.

Baca Juga :  MENGHAYALKAN VISI MISI GUBERNUR NTB LMI “NTB MAKMUR MENDUNIA” (Bagian 3)

Dari sisi media, pewarta Antara, Sugiarto Purnama menjelaskan, bahwa media massa memiliki akses cepat terhadap informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG. ‘’Media bisa mendapatkan data dan informasi langsung melalui grup online dengan BMKG,’’ jelasnya.

Sugiarto menekankan, bahwa akurasi informasi adalah kunci agar pemberitaan maupun informasi kebencanaan dapat dipercaya publik. ‘’Ketika berita memiliki basis data yang kuat, masyarakat akan lebih percaya,’’ ucapnya.

Beberapa hal lain akibat perubahan iklim dari diskusi Bincang Kamisan edisi pekan ini tidak hanya terkait bencana, namun juga aspek lain secara sosial dan ekonomi seperti pergeseran musim tanam, perubahan lingkungan dan ekosistem serta ketahanan manusia beradaptasi dengan perubahan iklim yang semakin ekstrem, sehingga diperlukan langkah-langkah nyata dalam pencegahan dengan literasi dan kesadaran bersama.(Sid)

Berita Terkait

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana
Gubernur Iqbal Tekankan Good Governance di PUPRPKP NTB, Minta Setiap Rupiah APBD Digunakan untuk Kepentingan Rakyat
Gubernur Iqbal Luncurkan TRC Infrastruktur, Jalan Provinsi Rusak Siap Ditangani Lebih Cepat
Pemprov NTB Perketat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Gubernur NTB Ajak Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:09 WIB

Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WIB

Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Tekankan Good Governance di PUPRPKP NTB, Minta Setiap Rupiah APBD Digunakan untuk Kepentingan Rakyat

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:30 WIB

Gubernur Iqbal Luncurkan TRC Infrastruktur, Jalan Provinsi Rusak Siap Ditangani Lebih Cepat

Berita Terbaru