Tabungan Masyarakat NTB Tembus Rp50,8 Triliun, Hampir Seluruhnya Dijamin LPS

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SENGGIGI, LOMBOKTODAY.ID – Industri perbankan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan performa yang semakin solid.

Hingga awal 2026, jumlah rekening dan nilai simpanan masyarakat terus bertumbuh, menandakan meningkatnya kepercayaan publik terhadap sektor perbankan.

Data terbaru mencatat, total simpanan masyarakat NTB kini mencapai sekitar Rp50,8 triliun dengan jumlah rekening mendekati 10 juta. Angka ini meningkat sekitar 7,94 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II, Bambang S. Hidayat, mengatakan tren kenaikan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat semakin percaya menyimpan dana di bank.

“LPS memiliki alat survei bernama Indeks Menabung Konsumen. Sejak pertama kali diluncurkan hingga Februari 2026, indeks ini terus menunjukkan tren meningkat,” ujar Bambang dalam kegiatan media briefing di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, Kamis (5/3/2026).

Tak hanya nilai simpanan yang meningkat, posisi NTB dalam peringkat jumlah rekening perbankan nasional juga ikut melesat.

Jika pada September 2025 NTB berada di peringkat ke-17 dari 34 provinsi, maka pada Januari 2026 posisinya naik menjadi peringkat ke-13.

Menurut Bambang, peningkatan ini tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, termasuk peran media yang aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menabung di bank.

“Ini perkembangan yang sangat positif. Kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan semakin kuat,” katanya.

Baca Juga :  Komite IV DPD RI Desak Kemendag Perketat Pengawasan Barang Impor

Kabar baik lainnya, hampir seluruh simpanan masyarakat NTB berada dalam cakupan penjaminan LPS.

Saat ini, LPS menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, dan sebagian besar dana masyarakat berada di bawah batas tersebut.

“Cakupan penjaminan di NTB mencapai 99,99 persen. Artinya hampir seluruh simpanan masyarakat dijamin oleh LPS,” jelas Bambang.

Secara nasional, tren menabung masyarakat juga menunjukkan arah yang positif. Pada Februari 2026, Indeks Menabung Konsumen tercatat naik 3,8 persen menjadi 91,9.

Indeks ini merupakan gabungan dari dua indikator utama: Indeks kemampuan menabung: 83,4 dan Indeks kemauan menabung: 74,9.

Kedua indikator tersebut menunjukkan kondisi finansial masyarakat yang semakin stabil sekaligus meningkatnya kepercayaan terhadap sistem perbankan.

Dari sisi struktur simpanan, mayoritas rekening di NTB maupun secara nasional berada pada kelompok simpanan di bawah Rp100 juta.

Kelompok ini mencakup sekitar 99,99 persen dari total rekening. Namun dari sisi nominal dana, kontribusi terbesar berasal dari dua kelompok utama: simpanan di bawah Rp100 juta, dan simpanan besar di atas Rp5 miliar.

Meski kondisi perbankan dinilai stabil, LPS tetap mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran bunga simpanan yang tidak masuk akal.

Bambang menegaskan bahwa simpanan yang tidak tercatat secara resmi dalam pembukuan bank berpotensi tidak dijamin oleh LPS jika terjadi masalah pada bank.

Baca Juga :  Pemkab Lembata Dukung Pengembangan PLTP Atadei sebagai Energi Baru Terbarukan yang Berkelanjutan

“Jika ada tawaran bunga terlalu tinggi dan tidak rasional, masyarakat harus waspada. Pastikan simpanan tercatat secara resmi di bank,” tegasnya.

Secara nasional, LPS telah menangani likuidasi 148 bank, yang terdiri dari satu bank umum dan 147 Bank Perkreditan Rakyat (BPR/BPRS).

Sepanjang tahun 2026 saja, sudah terdapat empat BPR dan BPRS yang dilikuidasi.
Namun kondisi di NTB masih relatif stabil.
“Alhamdulillah, hingga saat ini NTB belum pernah mengalami likuidasi bank. Rekornya masih bersih,” ujar Bambang.

LPS juga terus meningkatkan kecepatan pembayaran klaim kepada nasabah apabila sebuah bank dicabut izin usahanya.
Dalam beberapa kasus terakhir, pembayaran klaim dapat dilakukan sekitar lima hari kerja setelah izin usaha bank dicabut.

Ke depan, LPS juga tengah menyiapkan program strategis baru, yakni penjaminan polis asuransi yang ditargetkan mulai berlaku pada Januari 2027.

Program ini merupakan amanat undang-undang yang bertujuan memperkuat perlindungan konsumen sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Dengan berbagai indikator yang terus membaik, sektor perbankan di NTB dinilai memiliki fondasi yang semakin kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.(ltn)

Berita Terkait

Gubernur Iqbal Pastikan Tak Ada Warga NTB Tertinggal, Desa Berdaya hingga Penanganan Kekeringan Digenjot
Separuh Desa di Lombok Timur Belum Bangun Koperasi Merah Putih, Dandim 1615/Lotim Turun Langsung Cari Penyebab
Gubernur Iqbal Titip Dua Tugas Besar kepada Pengurus Dekopinwil NTB, Benahi SDM dan Ubah Citra Koperasi
Gubernur Iqbal Ubah Paradigma Pajak di NTB, Warga Taat Kini Dihadiahi Emas
Menteri Trenggono dan Gubernur Iqbal Siapkan KNMP Bintaro Jadi Percontohan Nasional Pasar Ikan Modern Zero Waste
Gubernur Iqbal Tawarkan Potensi Investasi NTB ke Maroko, Bidik Kerja Sama Strategis Bernilai Triliunan
Dewan Komisaris PLN Energi Gas Tinjau Proyek EG Benoa Bali, Tegaskan Komitmen Transparansi Penggunaan Uang Negara
Gubernur Iqbal Resmikan Bale Kita, Rumah Baru Produk Autentik UMKM NTB Menuju Pasar Global

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 15:01 WIB

Gubernur Iqbal Pastikan Tak Ada Warga NTB Tertinggal, Desa Berdaya hingga Penanganan Kekeringan Digenjot

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:02 WIB

Separuh Desa di Lombok Timur Belum Bangun Koperasi Merah Putih, Dandim 1615/Lotim Turun Langsung Cari Penyebab

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:04 WIB

Gubernur Iqbal Titip Dua Tugas Besar kepada Pengurus Dekopinwil NTB, Benahi SDM dan Ubah Citra Koperasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:06 WIB

Gubernur Iqbal Ubah Paradigma Pajak di NTB, Warga Taat Kini Dihadiahi Emas

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:01 WIB

Menteri Trenggono dan Gubernur Iqbal Siapkan KNMP Bintaro Jadi Percontohan Nasional Pasar Ikan Modern Zero Waste

Berita Terbaru